Bab 40
Sophia pura-pura bahagia banget terus gandengan tangan sama Adrian. Waktu mereka lagi lewat stan mainan, tiba-tiba ada anak kecil bawa pistol air, nembak celana Adrian dan nyemprotin dia.
Sasaran anak itu jitu banget, banyak banget air yang kena di bagian paling penting cowok-cowok. Adrian kayak orang ngompol di celana gitu deh.
"Sialan!" Adrian nggak nyangka bakal malu kayak gini. Dia lepasin tangan Sophia, terus ngurusin dirinya sendiri dulu. Tapi dia nggak nyangka, begitu dia lepasin, pas dia nengok lagi, Sophia udah ngilang.
Sophia nemu tempat sepi. Dia buka jaketnya, terus gulung rambut panjangnya. Sesuai petunjuk dari balon hidrogen, dia langsung nemuin Jacob.
"Kita harus gimana?" Sophia megang tangan Jacob.
"Gue udah beresin semuanya. Ada jalan di perbukitan, nggak banyak orang yang tau. Kita bakal keluar dari sana. Gue udah nyuruh orang buat nunggu kita di kaki bukit."
"Oke!" Sophia ngikutin Jacob, jalan susah payah di jalanan yang nggak rata. Pas mereka akhirnya nyampe di pintu keluar di kaki gunung setelah susah payah, orang yang nggak disangka-sangka udah nungguin mereka.
"Kok bisa lo di sini?" Jacob nggak nyangka Adrian ada di sana.
"Lo bisa nyuruh orang lo di vila gue, gue juga bisa!" kata Adrian dengan nada dingin, mukanya beku.
Jacob akhirnya ngerti, Adrian udah tau semuanya dan nunggu dia bertindak buat nangkap dia.
"Lo jahat banget!"
"Oh, lo juga sama aja. Lo rebut bini sah gue. Apa ini? Selingkuh atau kabur dari rumah?" Adrian nusuk hatinya dengan setiap kata.
"Adrian!"
Sophia marah. Dia lebih tau dari siapapun, kalau omongan Adrian yang merendahkan nggak bakal kosong.
"Sini." Adrian ngomong pelan-pelan.
"Nggak mau!" Sophia nempel di lengan Jacob.
"Lo tau kan, makin lo kayak gini, makin cepet dia mati!" Sambil ngomong, Adrian ngambil pistol dan nembakin ke Jacob.
"Lo nggak boleh nyakitin dia!" Sophia berdiri di depan Jacob.
"Sophia!" Jacob nggak nyangka Sophia bakal ngelindungin dia dengan badannya sendiri di saat genting kayak gini.
Adrian udah lama marah sama bagian lo dan gue ini. Dia narik selongsong peluru, asal jarinya gerak dikit aja...
"Nggak!"
Karena keadaan darurat, Jacob narik Sophia dan ngelindungin dia di belakangnya.
"Lo cari mati!" Adrian punya niat buat ngebunuh.
"Gue ikut lo!" Sophia tiba-tiba berdiri dan bilang, "Asal lo lepasin dia, gue bakal balik sama lo!"
Apakah ini takdirnya? Kenapa takdir nggak adil banget sama dia?
Mungkin dia emang ditakdirkan buat terus-terusan sama Adrian.
Sophia pingsan setelah liat Jacob pergi dengan selamat.
"Tuan, dia pingsan!"
"Ke rumah sakit, sekarang!" Adrian buru-buru nyuruh anak buahnya. Dia gendong Sophia dan cepet-cepet masuk mobil.
Adrian nggak pernah sekhawatir ini sama seorang cewek.
"Dia..." kata Dokter.
"Lakuin semuanya! Pake peralatan terbaik! Lo harus yakinin keselamatan bini gue!" Adrian kayak denger informasi terburuk dari nada bicara Dokter.