Bab 27 Tahan Tahanan Rumah
"Gak, gak berani..."
Gu Leisurely udah ketakutan setengah mati. Dia bahkan gak denger apa yang dia omongin. Dia cuma tau merem dan mohon ampun.
Kakak ketiga hari ini, serem banget!
Dia yang kayak gini tuh bukan dia yang Gu Leisurely kenal sama sekali!
Air mata Gu Leisurely netes gak terkendali, dan air mata panas itu netes di punggung tangan Pria, ninggalin rasa basah.
Sentuhan hangat itu ngebalikin kesadaran Lin Muzhi dan secara gak sadar ngusap air matanya.
"Sss..."
Di udara, desisan dingin.
Gu Leisurely manfaatin dia lagi gak fokus dan tiba-tiba nangkep tangan yang mau nyamperin mulutnya.
Lin Muzhi kesakitan. Gu Leisurely langsung ambil kesempatan buat dorong dia dan cepet-cepet nyusut ke pojokan. Satu tangan goyang-goyangin dan ngerapiin bajunya. Satu tangan udah nyentuh ornamen porselen biru putih. Dia remes di tangannya dan natap dia penuh kewaspadaan.
"Jangan sentuh aku! Jangan deket-deket!"
"..."
Mata kayak gitu bikin hati Lin Muzhi cenut-cenut dan ambles, "Turunin benda itu!"
"Gak mau lepas!"
Muka Gu Leisurely pucet, kayak lagi ngegenggam penyelamat, ngegenggam botol porselen itu, air mata masih gak bisa berhenti.
Kakak ketiganya gila!
Lin Muzhi manyun dan gak peduli sama senjata di tangannya. Dengan sinis dingin, kaki jenjangnya melangkah ke arahnya.
"Benda ini bisa nyakitin aku?"
-Dengan suara keras.
Tubuh Lin Muzhi tiba-tiba kaku.
Ada Yu Nu di mukanya, tapi dia ketahan sama suara itu.
Karena, Gu Leisurely ngegigit giginya dan mukul sekuat tenaga, mecahin botol porselen itu, megang ujung botol yang tajam di tangannya, dan serpihan yang berhamburan menusuk jarinya.
"Aku bilang sekali lagi, jangan deket-deket!"
Suara Gu Leisurely langsung memperingatkan.
Warna merah, di mata Lin Muzhi, membara jadi api, ngebakar matanya, sepenuhnya sadar.
Apa yang lagi dia lakuin!
Itu Xiaoyou, anak yang dia besarin dengan satu tangan!
"... turunin dulu benda itu."
Lin Muzhi ngomong kaku.
"Gak mau lepas!"
"Turunin aja."
"Gak mau lepas!"
Suara keras di ruang belajar narik perhatian Su Ma.
Su Ma lari-lari kecil dengan tergesa-gesa dan ngeliat konfrontasi antara kedua orang itu. Pertama, dia diem sebentar. Terus dia langsung meluk Gu Leisurely di pelukannya dan ngebujuknya dengan lembut.
"Nona Besar, jangan takut, jangan takut... Tuan Muda, ada apa, kenapa kamu marah banget sama Nona?"
Dia udah di keluarga Lin selama lebih dari 20 tahun, hampir ngeliatin kedua anak itu tumbuh. Dalam bayangannya, Lin Muzhi gak bisa bikin Gu Leisurely kecewa, dan dia belum pernah nyentuh sehelai rambut pun. Di mana dia mau marah?
Dengan suara 'thud', botol Gu Leisurely jatuh ke tanah, tali yang ketat di pikirannya kendor, dan dia jatuh di pelukan Su Ma dan terisak.
"Kakak ketiga, kakak ketiga, dia benci aku..."
"..."
Mata Lin Muzhi menyapu, Gu Leisurely nyusutin dirinya jadi bola kecil, seolah-olah dia sangat tersakiti.
Jari-jarinya ngepal jadi tinju, mikirin Pria yang gak dikenal itu, dan napas di dadanya lari liar.
Pada akhirnya, Lin Muzhi ngomong dengan muka dingin.
"Bawa dia keluar, jangan biarin dia keluar akhir-akhir ini."
Gu Leisurely terisak, denger perkataan itu matanya terbuka gak percaya, "Kakak ketiga! Kamu mau kurung aku di rumah?"
"Pergi sana."
"Aku..."
Gu Leisurely masih mau ngomong apa, tapi ngeliat Lin Muzhi natap dia dingin, bibir tipisnya terbuka ringan.
"Kurungan rumah itu ringan buat kamu - inget, kalau ini terjadi lagi lain kali, gak akan semudah hari ini."
Hatinya langsung ambles.
Ini hukumannya karena dia "menggoda" dia?
Lin Muzhi nyoba buat nenangin napasnya yang kasar, balik badan dan berhenti ngeliatin mata Gu Leisurely yang kecewa dan terluka.
Dia takut kalau dia ngeliat lagi, dia gak bisa nahan buat gak ngelakuin sesuatu yang irasional.
Gu Leisurely ngecabut giginya dan narik diri dari air mata ringan Su Ma. Pintu dibanting dan ruangan itu hening lagi.