Bab 172 Memberitahunya yang Sebenarnya
'Bos Carl, ayo kita ke sana, lihat-lihat.' Zhou Jianing narik rok Carl dan berbisik.
'Kamu duluan aja.' Carl pelan-pelan ngejauhin dia, langsung jalan ke Grace dan Mason, terus narik Grace menjauh.
Ngeliat dia, Mason nyipitin mata dan senyum: 'Wih, ini kan Bos Carl? Ngapain di sini nggak nemenin ceweknya?'
'Nggak ada tunangan lebih penting daripada cewek, gitu.' Carl megang tangan Grace dengan mata ganteng dan sedikit nyipit. Buah merah nunjukin Mason cincin berlian di jari manisnya.
Mason kaget dan ngeliat mata Grace dengan sedikit kaget.
Tapi dia nggak banyak ngomong, cuma ngasih Grace tatapan dalam dan berbisik, 'Kalo gitu, Grace, kamu harus bahagia.'
Suaranya selesai, dia balik badan dan pergi.
Grace ngeliatin Zhou Jianing, yang keliatan bingung nggak jauh dari situ, ngelirik Carl, sedikit mengerutkan dahi dan bilang, 'Carl, kenapa kamu lari ke sini nggak sama Zhou Jianing?'
'Kamu tunanganku, dan aku nggak bakal biarin kamu jadi milik orang lain.' Dia meluk bahu Grace dan matanya penuh dengan tatapan menggoda.
'Tapi Zhou Jianing...'
'Cari waktu buat kasih tau dia yang sebenarnya.' Dia berbisik, 'Aku tau kamu sayang banget sama dia, tapi masalah ini nggak bisa ditutup-tutupin seumur hidup.'
'Oke deh.' Grace senyum pasrah dan ngangguk setuju.
Nggak jauh di kerumunan, Zhou Jianing berdiri di sana sendirian, ngeliatin dua orang yang mesra, wajahnya penuh kepahitan.
'Kak, udah liat jelas kan? Carl sama sekali nggak cinta sama kamu.' Zhou Jiaqiao nggak tau kapan udah berdiri di belakangnya dan ngomong pelan.
Dia buru-buru balik badan, ngegigit bibirnya dan ngeliatin dia. Dia senyum kecut dan bilang, 'Ya, aku selalu tau.'
'Terus sekarang gimana? Apa kamu pikir dia bisa ngeliat kamu setelah masuk ke Carl family Group, tetep di sisinya dan mencintainya dalam diam? Grace satu-satunya di hatinya.' Zhou Jiaqiao senyum pasrah dan ngomong kata demi kata.
'Tapi Grace bilang dia mau temenan sama aku. Aku percaya dia dan Carl nggak bakal nyakitin aku.' Tapi dia ngomong keras kepala.
'Kak, kamu beneran bego, nggak tau ya? Carl udah ngelamar Grace dan mereka bakal nikah bentar lagi.' Zhou Jiaqiao ngegigit bibirnya.
'Apa?' Seluruh tubuh Zhou Jianing mundur beberapa langkah, wajahnya penuh ketidakpercayaan.
Zhou Jiaqiao nggak bisa nahan lagi, dia naruh tangan di bahunya, Kata demi kata: 'Kak, aku kasih tau yang sebenarnya, kamu dan Carl nggak punya masa lalu sama sekali. Ingatan yang jadi milikmu itu dihipnotis dan ditanam sama Martha. Artinya, Carl nggak pernah cinta sama kamu. Itu semua cuma khayalanmu. Sekarang Grace dan Carl cuma mentolerir kamu karena kasihan.'
'Nggak... nggak...' Zhou Jianing mati-matian ngegelengin kepalanya, mata tiba-tiba merah.
Ini nggak bener, nggak boleh bener, dia dan Carl punya masa lalu, Carl cinta sama dia...
Zhou Jiaqiao, bagaimanapun, narik dia sampe mati dan ngomong jelas: 'Kak, bangun dan berenti nyemplung di ingatan yang nggak ada. Sekarang tubuhmu udah pulih, lupain Carl dan jalani hidup yang baik.'
'Nggak... aku nggak percaya...' Zhou Jianing dorong dia, air mata netes, 'Carl nggak bakal gitu sama aku... dia nggak akan pernah...'
'Kamu bohong! Kalian semua bohong!'
Ngomong gitu, dia ngasih Zhou Jiaqiao tatapan tajam, balik badan dan lari keluar.
Zhou Jiaqiao senyum pasrah dan buru-buru ngejar langkahnya.
Setelah keluar pintu, dia kesandung masuk taksi dan langsung pergi.
Zhou Jiaqiao menghela napas pelan, tapi akhirnya dia nggak ngejar. Dia tau susah buat dia nerima, jadi dia mau ngasih dia waktu dan biarin dia keluar pelan-pelan.
Tapi kalo dia tau apa yang terjadi kemudian, bahkan kalo dia mati malam ini, dia bakal berentiin Zhou Jianing.
… …
Resepsi selesai sangat larut. Grace mau pulang dan istirahat, tapi Carl nganter dia langsung ke vilanya.
Jelas udah ngantuk banget, tapi tiduran di pelukannya, dia nggak mau merem.
Dia ngulurin tangan dan nyentuh wajah gantengnya, ngegenggam bibir bawahnya dan bilang, 'Carl, bisakah kita kayak gini selamanya?'
'Tentu aja.' Dia ngaitin bibirnya dan senyum, pelan-pelan megang tangannya, dan ngomong jelas, 'Aku udah rencanain semuanya. Aku bakal milih hari yang bagus dalam beberapa hari. Kita bakal ngadain pernikahan dan ngurus surat nikah. Terus kamu bakal jadi Nyonya Bo dan bakal sama aku seumur hidup.'
Nyonya Bo?
Tiga kata ini, cuma dibaca, berasa seneng banget.
Grace ngangguk pelan dan senyum tipis muncul di bibirnya.
'Oke deh, berenti mikir yang nggak-nggak dan tidur yang nurut.' Dia meluk dia dengan suara yang nggak bisa dijelasin lembutnya.
'Ya, oke.' Dia ngangguk pelan, terus pelan-pelan merem.
Di pelukannya, dia tidur nyenyak dan langsung ketiduran.
Dia mimpi lagi pake gaun pengantin putih dan berdiri di aula suci sambil senyum, sementara Carl, pake setelan putih, kayak pangeran dongeng, datang ke arahnya dengan cahaya.
Dia megang tangannya, bersumpah seumur hidup, dan masang cincin kawin yang dia desain di jarinya.
Terus mereka berpelukan dan berciuman erat di bawah restu ribuan tamu.
Mimpi ini indah dan bahagia banget, tapi entah kenapa, pas Grace buka matanya, matanya basah.
Mingming punya mimpi indah, tapi dia bangun sambil nangis.
Grace menghela napas pelan dan bangun terus keluar dari vila.
Vila kosong. Carl udah pergi ke kantor, cuma ninggalin catatan bilang sarapan ada di microwave biar dia inget buat makan.
Dia senyum bahagia, ngeluarin bubur yang dia masak sendiri dari microwave, duduk di meja makan dan makan pelan-pelan.
Tiba-tiba, bel pintu berdering keras.
Sebelum Grace bisa bangun dan buka pintu, dia denger suara histeris Zhou Jiaqiao dari pintu. 'Carl, keluar dari sini! Kalo terjadi sesuatu sama adikku, aku nggak bakal selesai sama kamu!'
Dia kaget banget dan buru-buru buka pintu. Wajahnya kaget dan dia bilang, 'Zhou Jiaqiao? Zhou Jianing kenapa?'
Ngeliat dia, wajah Zhou Jiaqiao jadi makin muram. 'Grace, kamu beneran nggak tau malu. Sambil bilang mau temenan sama adikku, kamu malah lari buat cinta sama Carl. Adikku dipaksa pergi sama kamu!'
'Maksudnya gimana sih? Zhou Jianing kenapa?' Grace mengerutkan dahi.
'Setelah adikku pergi dari resepsi kemarin, hapenya nggak bisa dihubungin. Aku nunggu semalaman dan nggak nungguin dia. Aku nyari semua tempat yang mungkin dia datengin dan nggak nemuin. Dia pasti kecelakaan.' Dia nyerbu maju dan megang kerah Grace, ngegeretuk giginya dan bilang, 'Grace, kamu dan Carl yang nyakitin dia!'