Bab 106: KAMU IKUTI PIMPINANKU
🚨 PERINGATAN: Bab ini mengandung adegan seksual. Kalau kamu gak nyaman baca, mending skip aja dan lanjut ke bab lain.
Charles mikir masih terlalu pagi buat tidur dan gak mau nge-ignore Emma, tapi tiba-tiba Sarah meluk dia dari belakang dan bisik ke kupingnya, "Gak tidur juga? Lupa rencana kamu? Kamu kan bilang di TK tantemu..."
Sarah hampir gak ngomong, tapi Charles langsung ngerti. Akhirnya, dia pamit dari Emma dan ngikutin Sarah ke kamar mereka.
Mereka masuk kamar gandengan tangan. Sarah noleh dan senyum ke Emma. "Emma, kamu juga ya!" Terus dia tutup pintu dan biarin Emma sendirian di luar.
Emma natap pintu yang ketutup lumayan lama, matanya makin dingin. Dia berusaha keras buat nahan diri dengan ngepalin tangan, tapi akhirnya ngelempar bantal ke lantai dengan marah. Hari ini, dia mungkin kalah, tapi dia gak bakal nyerah!
Begitu di kamar, Charles ngerasa Sarah agak aneh, jadi dia nanya. "Kok semangat banget malam ini?" Dia senyum ambigu ke Sarah. Dia belum pernah lihat Sarah kayak gini sebelumnya, dan dia ngerasa seneng.
Gak jawab, Sarah nyuruh dia duduk di kasur, terus dia mulai buka piyama Charles. Sarah senyum ke Charles dan nanya. "Kamu gak suka ya?"
Charles ketawa, matanya penuh nafsu. Dia gak nahan Sarah, tapi duduk aja dan biarin Sarah buka bajunya. Pas Sarah nunduk, Charles bisa lihat dada Sarah yang bulat dan indah, juga putingnya dari garis leher yang kebuka. Ngedenger tubuhnya yang seksi, Charles makin pengen dan gak bisa nahan diri buat nyentuh dan ngelus dada Sarah yang montok.
Sarah kaget sama sentuhan Charles dan mengerang karena birahi, tapi terus mundur dan bisik ke kuping Charles. "Gak, malam ini, kamu ikutin aku."
"Oke," kata Charles dengan antisipasi.
Sarah terus buka baju Charles dengan sensual sampai Charles gak bisa nahan diri dan narik piyama Sarah buat buka garis lehernya lebih lebar, nunjukin tubuhnya yang membara.
Kali ini, Sarah gak nahan Charles dan akhirnya buka celana dalam Charles. Sambil megang kepala Charles dengan tangannya, Sarah mulai cium Charles dengan penuh gairah. Mereka ciuman begitu dalam sampai Charles gak bisa nahan buat meluk Sarah erat dan ngambil posisi dominan sambil ciuman.
Setelah beberapa saat, Sarah dorong Charles, berusaha ngatur napasnya dan ngulang. "Gak, malam ini, kamu ikutin aku, atau aku berhenti!"
Gak mau lepas, Charles jawab. "Gue cuma takut kamu bakal terlalu lemes buat ngadepin gue setelah ngerayu gue kayak gini. Gue tetep harus gendong kamu."
"Kamu ngeremehin gue, kita lihat aja siapa yang nyerah duluan malam ini!" Sarah cium Charles lagi, begitu ganas seolah-olah itu kompetisi.
Tapi gimana caranya kelinci kecil menang lawan serigala lapar? Sarah kehilangan kontrol atas tubuhnya cuma dengan ciuman. Apa dia punya kesempatan buat menang? Gak peduli, dia gak mau nunjukin kelemahannya dan dorong Charles ke kasur, neken badannya ke Charles, ciuman dan elus tubuh Charles dengan tangannya sama kayak yang biasa Charles lakuin ke dia.
Charles gampang banget terangsang karena dia orang yang sangat seksual, apalagi waktu cewek yang dia sayang memperlakukan dia kayak gini.
Setelah beberapa saat, dia ngos-ngosan, "Kamu ngerayu gue kayak gini sekarang, apa kamu bakal sanggup nanggung akibatnya?" Matanya membara karena nafsu.
Seluruh tubuhnya panas, dan kejantanannya tegang, keras, dan panas kalau dia mau ngebakar tubuh Sarah. Sarah juga ngos-ngosan tapi tetep keras kepala. "Gue takut kamu gak bakal sanggup!" Terus dia nunduk dan cium puting kecil Charles, ngemut pelan.
Charles pegang tangan Sarah erat-erat dan hampir gak bisa nahan keinginannya. Dia mengerang kesenangan dan mau masukin dirinya ke tubuh Sarah dan milikin Sarah sepenuhnya.
Sarah gak tau apa yang Charles pikirin tapi tetep cium tubuh Charles sampai Charles tiba-tiba teriak putus asa. "Gue gak main-main sama kamu. Gue mau kamu sekarang, gue mau kamu!" Balikkin badan Sarah, dia lanjut. "Besok, jangan mikir buat bangun!" sambil dia menguasai tubuh Sarah.
Sarah kaget sama reaksi Charles, tapi sebelum dia bisa nolak, Charles cium Sarah begitu dalem sampai Sarah kehilangan napas karena kejantanan Charles ngelus bagian bawah tubuh Sarah. Ngatur posisi mereka, Charles masukin dirinya ke tubuh Sarah dengan satu dorongan dalam, bikin Sarah nangis kaget dan seneng. Tangisannya dihentikan oleh ciuman Charles, ninggalin Sarah mengerang kesenangan.
Charles nindih Sarah, cium Sarah, dan mulai bergerak dengan ritme, di mana saat itu Sarah nyerah dan sepenuhnya tenggelam dalam cinta Charles.
Mereka punya malam panjang yang penuh gairah, bercinta berulang-ulang. Sarah tau kalau situasinya rumit, jadi dia gak nolak Charles seperti biasa tapi berusaha buat nurutin kemauan Charles dan puasin keinginan Charles.
Sarah gak tau kapan Charles selesai dan lepasin dia karena dia capek banget sampai yang dia mau cuma tidur. Dia ngerasa Charles meluk dan denger Charles bisik ke kupingnya. "Sayangku, kamu semangat banget malam ini, aku suka!" Charles cium Sarah pelan saat Sarah ketiduran, gak tau apa yang terjadi selanjutnya.
Pagi berikutnya Charles ngebangunin Sarah pelan-pelan. "Sarah, Emma mau balik ke Los Angeles hari ini. Kita anterin dia ke bandara yuk."
Sarah masih setengah tidur dan ngerasa capek, belum siap buat bangun. Dia jawab sesuatu tapi gak inget apa yang dia bilang.
Ngeh kalau Sarah masih ngantuk banget, Charles natap Sarah lumayan lama dan ngerasa kasihan ngebangunin Sarah, jadi dia cium kening Sarah dan bilang. "Karena kamu masih capek banget, kamu boleh tidur lagi dan istirahat. Aku yang anter Emma sendiri aja." Dia selimutin Sarah dan keluar kamar.
Sarah perlahan mulai sadar dan inget kalau Charles bilang dia mau nganter Emma ke bandara, jadi dia langsung bangun, mandi, dandan, dan langsung turun.
Untungnya, Charles dan Emma belum pergi. Mereka udah selesai beresin barang-barang Emma dan mau berangkat.
"Emma, kamu udah mau berangkat hari ini aja?" tanya Sarah, keliatannya kaget.