Bab 145: Aku Ingin Melihat Berita
Dia berutang janji hidup bahagia padanya. Tahu kalau dia gak bisa lagi nepatin janjinya, karena mereka udah gak punya masa depan, dia pengen ke Texas dan lihat bunga tulip sendiri, terus dari sana ke Maladewa, kayak yang mereka rencanain sebelum semuanya hancur. Dia bakal wujudin mimpinya, dan selama itu, lupakan Charles. Dia gak mau hidup dalam penyesalan seumur hidupnya.
Begitu ketua geng sadar kalau Sarah udah punya rencana, dia langsung baik ke dia, "Oke, lo boleh pergi kemana aja. Kita urus semua formalitasnya sekarang. Mending lo langsung cabut dan jangan pernah balik lagi. Charles gak boleh lihat lo lagi!"
Sarah masih syok tapi ngejawab dengan bengong, "Kalo gue pergi, gue gak bakal balik lagi. Kapan gue bisa pergi? Gue cuma mau ngasih tahu adek gue, atau dia bakal khawatir." Mungkin adeknya satu-satunya orang yang bakal khawatir kalau dia tiba-tiba hilang.
"Lo pergi besok. Mending lo telepon adek lo malam ini dan yakinin dia gak bakal kasih tahu Charles di mana lo! Kalo enggak… hum!" Dia ngelihatin pisau di tangannya dengan cara yang ngancem.
"Oke deh!" jawab Sarah cuek. Dia udah ambil keputusan buat ninggalin Charles selamanya.
Ratusan orang lalu lalang di bandara. Orang-orang sibuk kesana kemari, datang dan pergi ke berbagai tempat. Mereka semua orang asing, tapi semua punya cerita masing-masing.
Apakah hidup cuma gabungan dari cerita orang-orang, cerita yang saling terkait dan berinteraksi, menyeimbangkan hidup, jadi kalau satu orang sukses dalam hidup, yang lain harus gagal?
Kayaknya begitulah cara kebahagiaan seimbang di dunia ini dan sepertinya selalu begitu.
Sarah mikir kalau kegagalan pernikahannya bisa jadi keberhasilan buat pernikahan adeknya. Mikir gitu doang yang bisa nenangin dan ngalihin dia dari nasib buruknya. Duduk sendirian di ruang tunggu dan nunggu penerbangannya, dia sama sekali gak tahu apa yang bakal terjadi di masa depannya. Dia ngerasa gak berdaya dan frustasi.
Dia akhirnya ninggalin pahitnya pernikahan dan penghinaan dari Christina. Dia akhirnya bebas dan gak bakal disakitin lagi sama sikap Charles yang gak jelas. Walaupun dipikir-pikir, kayaknya banyak untungnya dia pergi, dia tetep gak bahagia.
Tapi, apa dia punya pilihan? Mau bahagia atau enggak, apa dia bisa balik ke hidupnya dulu? Jawabannya jelas, enggak, dia gak bisa. Satu-satunya yang bisa dia lakuin adalah pergi dengan jiwa yang terluka dan gak pernah balik lagi.
Christina adalah wanita yang kuat dan mampu. Dia langsung ngurus semuanya buat Sarah begitu dapat lampu hijau dari penculik Sarah.
Gak perlu antri atau nunggu kayak penumpang lainnya, Sarah siap berangkat besok paginya dengan uang satu juta dolar yang udah ditransfer ke rekening rahasia di Swiss atas nama Sarah. Dia cuma perlu ke sana dan narik uangnya, atau pelan-pelan mindahinnya ke rekening pribadinya.
Waktu Sarah nunggu di bandara, dua anggota geng ngawasin dia dari jauh, buat mastiin dia naik pesawat. Mereka diperintah Christina buat tetap di sana sampai pesawat Sarah aman di udara buat mastiin dia nurut.
Sarah sendiri gak peduli dia dijagain atau enggak, dia gak ada niat buat tinggal. Setelah semua kekecewaan yang dia alamin dalam pernikahannya, dia gak berharap apa-apa lagi dan gak ada yang nahan dia di sini.
Mulai sekarang, satu-satunya tujuannya adalah buat lupain Charles dan mulai hidup baru seolah-olah dia gak pernah ketemu dia. Duduk di sana, keasyikan mikirin pikirannya sendiri, dia tiba-tiba denger berita di TV di depannya. Dia denger perusahaan Thomas disebut.
Karena bandara lagi rame banget dan suara TV kecil, dia cuma denger samar-samar kata "Pak Thomas" dan "perusahaan" di antara kata-kata lain.
Dia ngelihat TV dan ngelihat banyak mobil, polisi, dan wartawan ngumpul di sekelilingnya. Polisi nangkep penculiknya, yang berusaha nutupin wajah dari wartawan dan nuntun mereka ke mobil satu per satu. Sarah kenal gudang kosong tempat dia ditahan di TV.
Ngelihat ini, Sarah tiba-tiba berdiri. Penasaran mau tahu apa yang terjadi, dia jalan mendekat ke TV dan dengerin. Wartawan sekarang ngadep ke kamera dan ngejelasin ceritanya. "Christina Smith, janda baru dan pemilik perusahaan Thomas, diduga terlibat dengan anggota geng, penyelundupan, dan perdagangan manusia."
Tiba-tiba Sarah ngelihat Charles datang, dan sekelompok wartawan ngumpul di sekelilingnya, nanyain banyak pertanyaan tentang apa yang terjadi, tapi Charles diem aja dan langsung jalan ke polisi di mana wartawan gak bisa ngejar dia.
Kebisingan bandara bikin Sarah gak bisa ngerti sisa laporan yang disiarin. Berusaha keras buat ngerti apa yang dibicarain, laporan berita tiba-tiba dipotong sama iklan produk perawatan kulit.
Pengen tahu lebih banyak, Sarah pergi ke TV berikutnya berharap bisa tahu lebih banyak, tapi gak ada TV lain yang nayangin berita. Putus asa mau tahu lebih banyak, dia harus keluar dari bandara buat cari tahu lebih banyak.
Orang-orang yang ngejaga di sana gak tahu situasi yang lagi terjadi dan berusaha nghentiin dia waktu mereka ngelihat dia jalan ke arah pintu keluar. "Mbak Sarah, mau kemana? Penerbangan Anda mau berangkat, apa Anda berencana kabur?"
"Aku mau lihat berita, aku mau lihat berita. Tolong biarin aku pergi! Aku cuma mau lihat berita!"
Frustasi, salah satu dari mereka ngejawab. "Kalo kamu gak balik, aku terpaksa bertindak gak sopan sama kamu! Kamu udah janji mau pergi kalo kami biarin kamu pergi. Sekarang semuanya udah selesai, kami punya instruksi jelas buat gak biarin kamu ingkar janji!"