Bab 20: DIA TIDAK AKAN TINGGAL
Sarah ngerasa kayak mau gila. Dia nggak ngerti sama cowok ini, yang ngelihat semuanya serba salah. Dia nggak bisa nahan diri buat nggak nampar dia dan bilang dengan marah, "Lo cuma cowok yang mikirnya pake burung! Gue nggak pernah nyangka lo suka ngegodain cewek. Gue kira mungkin lo beda, bahkan bingung. Gue nunggu lo berubah, tapi hari ini omongan lo nunjukin apa yang bener-bener lo mau. Gue nggak pernah nyangka lo orangnya kayak gitu, tapi ya udah, lo cuma satu lagi yang bikin kecewa, kan, Charles?"
Charles nggak nyangka Sarah bakal nampar dia. Dia malah makin marah sekarang. Dia nempelin Sarah ke tembok dan naruh satu kaki di selangkangan Sarah. Dia bilang dingin, "Kalo lo mau marahin gue kayak gitu, mungkin gue harus lakuin sesuatu sama lo, atau tuduhan lo nggak akan pernah terbukti benar."
Sesak karena dia, Sarah ngerasain sesuatu yang keras di antara kakinya. Dia berontak dengan panik, "Lo mau ngapain, Charles?"
Tiba-tiba, Charles nyium dia dan nempel ke dia erat-erat. Sarah udah nggak bisa ngomong lagi. Dia mulai ngerobek pakaian Sarah, dengan kasar. Jelas banget dia pengen banget sama Sarah sekarang dan nggak mau nunggu lebih lama.
Sarah berjuang sekuat tenaga, tapi Charles terlalu kuat, dan dia nggak bisa bergerak sedikit pun. Charles ngejek dia, "Gue udah nggak tahan sama lo lagi. Seharusnya gue tahu gue bisa gitu aja ngambil lo."
Mereka bergulat, tapi Sarah terlalu lemah. Charles dengan panik merobek gaunnya bersama dengan beberapa kancing di kemejanya. Bahu dan tulang selangka indahnya sekarang kelihatan dengan pakaian dalamnya. Dia berjuang dan nangis, polos dalam serangan ini.
Charles cuma mau nakut-nakutin dia, tapi pas dia lihat Sarah kayak gini, dia ngerasa penisnya makin keras. Cewek di depannya, yang biasanya sok alim, sekarang kelihatan begitu menggoda. Dia udah nggak bisa nahan diri lagi. Dia harus dapetin dia!
Tindakannya lebih cepat dari pikirannya. Charles nyium bibirnya, lehernya, telinganya, dan bergerak lebih jauh ke bawah tubuhnya.
Sarah juga merasa berjuang buat melawan, dan dia juga ngerasa panas pas ngerasain tubuh Charles di tubuhnya. Tapi, pas dia inget omongan Charles yang nyakitin, dia kebanjiran kesedihan lagi. Cowok ini nggak cinta sama dia, dia cuma mau tubuhnya. Mikirin ini, dia teriak, "Lepasin gue! Lo binatang!"
Charles nggak berhenti; malah, dia melebarkan kakinya dengan tangannya. Terus, dia ngegenggam bokongnya dan mengangkatnya, nempelin pinggangnya ke tubuh Charles supaya Sarah bisa ngerasain ereksi Charles yang panas. Dia masih nyium Sarah, nyelipin lidahnya ke dalam bra-nya buat ngejilat putingnya.
Sarah ngerasa malu sama reaksinya. Dia hampir setengah telanjang, duduk di pinggang seorang cowok, dan hampir digoda sama cowok itu. Awalnya, semua kayaknya seru dan panas, lagian, dia kan cowok yang dia sayang. Nggak peduli semarah apa pun dia, dia masih cinta sama Charles jadi tubuhnya pengen ngerespons Charles. Tapi, dia terus bilang ke dirinya sendiri kalo dia harus dorong Charles. Dia lagi dihina. Akhirnya, dia teriak, "Charles, tolong, lepasin gue. Tolong!"
Charles denger dia teriak dan tiba-tiba nyium Sarah. Seakan-akan dia mau menyela kata-kata Sarah sebelum keluar dari mulutnya. Terus dia meluk Sarah erat-erat dan bergumam di telinganya, "Sarah, Sarah…" Suaranya dipenuhi nafsu. Dia nggak tahu kalo Sarah bakal punya efek kayak gitu ke dia; dia bener-bener pengen sama Sarah. Charles mikir dia biasanya bisa ngontrol nafsunya sendiri dan nggak pernah bertindak kayak gini. Tapi, sekarang dia ngerasa patah hati mikirin nggak bisa dapetin Sarah.
"Lepasin gue!" Sarah nangis.
Charles berhenti nyium dia dan meluk dia erat-erat. Dia bisa ngerasain penisnya makin panas dan keras. Itu nempel ke tubuhnya, yang bikin dia ngerasa kotor.
Charles terus meluk dia dan bilang dengan suara yang lebih rendah, "Lo mau gue ngapain, sih?" Dia naruh tangan Sarah di penisnya, natap Sarah dengan nafsu dan bilang, "Lo tahu gue pengen banget sama lo? Nggak ada cewek yang bisa bikin gue kayak gini. Apa ini nggak bukti kalo gue cinta sama lo?"
Sarah natap Charles dengan air mata yang mulai keluar dari matanya, "Kalo lo beneran cinta sama gue, lo harus hormatin gue dan jangan maksa gue. Lepasin gue!"
Charles nyentuh wajah Sarah lagi. Dia lihat ekspresi polos Sarah yang diselimuti air mata, dan bagian atas tubuhnya telanjang, payudaranya kelihatan. Penisnya makin keras lagi saat dia bilang, "Lo beneran mau gue lepasin lo?"
Sarah jawab dengan marah, "Charles, gue benci banget sama lo sekarang. Kalo lo ngelakuin sesuatu ke gue sekarang, gue bakal makin benci sama lo!"
Charles kelihatan kaget, dia ngelemesin Sarah dan mundur, natap Sarah.
Sarah nahan diri buat nggak nangis lagi, make bajunya cepet-cepet, dan lari keluar pintu. Dia buru-buru balik ke mejanya sendiri, beresin barang-barangnya, dan pergi. Mulai sekarang, dia nggak akan pernah balik lagi ke perusahaan ini, nggak akan pernah jadi sekretarisnya dan nggak akan pernah ngehubungin dia lagi!
Bahkan kalo dia cinta sama cowok itu, dia bikin patah hati Sarah lagi dan lagi. Dia nggak bisa tahan lagi sama kelakuannya. Dia nggak akan tinggal di sini dan dimainin sama dia!