Bab 9: TOLAK DIA
Sarah gak jawab. Terus Charles akhirnya ngalah sama keinginannya sendiri. Sarah kayaknya gak nolak, atau dia udah ketiduran dan gak bisa ngelawan. Akhirnya, dia nyerah sama semua hasratnya dan cium seluruh badan Sarah. Akhirnya, dia masukin 'anu'nya di antara kaki Sarah dan siap buat 'masuk'. Pas banget, dia berhenti. Dia pegang muka Sarah dan nanya, "Sarah, boleh? Boleh?" Dia mulai keringetan, dan suaranya jadi serak.
Sarah pelan-pelan buka mata dan ngeliat cowok yang berdiri di atasnya. Dia masih keliatan bingung. Charles gak bisa berhenti cium Sarah buat ngilangin rasa 'lapar'nya sama badan Sarah, "Sarah, boleh? Boleh?"
Sarah ngerasa nyaman banget dan desah. Kayaknya itu jawabannya. Charles udah gak bisa nahan diri lagi; dia mulai cari 'miss v' Sarah dan mau 'dorong' masuk. Tapi, Sarah kebangun di titik ini. Dia ngerasa ada sesuatu yang mau 'nyerbu' dia; keras dan panas. Dia buru-buru mundur dan buka mata lagi. Nengok muka Charles, dia buru-buru bilang, "Charles, kamu mau ngapain sih?"
"Sarah, aku mau kamu," jawabnya dengan suara serak. Terus dia siap-siap mau 'masuk' lagi.
"Gak! Charles!" Sarah udah bener-bener bangun sekarang. Dia buru-buru ngejauhin dia, berusaha dorong dia.
Di momen penting ini, Charles natap dia dengan api di matanya, "Kamu gak mau aku? Kamu gak cinta aku?"
"Jangan gitu! Lepasin aku! Lepasin aku! Gak bisa. Kamu udah janji. Lepasin aku!" Sarah berusaha buat dorong dia.
Charles kesel. Gak tau apa cewek ini bisa mati kalo dia berhenti di momen kritis kayak gini? Dia nanya lagi, "Kamu tadi nikmatin, kan? Kamu gak mau?"
"Lepasin aku! Tolong, kamu udah janji. Lepasin aku!" Sarah udah mau nangis. Dia gak nyangka bakal 'kehilangan' keperawannya cuma gara-gara minum dikit. Walaupun dia sayang banget sama dia dan dia udah bikin dia 'meleleh' malam ini, dia gak bisa 'berhubungan' sama dia sebelum dia yakin sama perasaan Charles yang sebenarnya, dan dia jadi milik Charles selamanya. Ini prinsipnya, dan dia bukan orang bodoh.
Charles ngerasa sedikit sakit hati, tapi Sarah masih berontak. Dia bahkan hampir nangis. Jelas banget dia kayak orang yang mau 'memerkosa'. Gimana bisa dia gitu?
Jadi, dia cuma bilang, "Oke, aku lepasin kamu." Terus dia pergi dan jalan ke kamar mandi.
Gak lama, suara air yang nyemprot bisa kedengeran dari kamar mandi. Sarah tiduran di kasur dan tiba-tiba ngerasa sedih. Kenapa dia ngerasa Charles masih gak sayang dia, dan Charles cuma nganggep dia simpanan?
Charles keluar dari kamar mandi setelah lama banget. Sarah udah pake baju dan tiduran, ngebelakangin dia. Charles berdiri di samping kasur dan ngeliatin dia sebentar sebelum nanya pelan, "Sarah, apa yang kamu tahan di hati kamu?"
Dia gak jawab. Malah, dia pura-pura tidur. Charles gak tau mau bilang apa, jadi dia ngeringin rambutnya dan tiduran di sampingnya.
Ngerasa ada dia, Sarah jadi gak enak dan tegang. Karena dia pura-pura tidur, dia gak bisa tiba-tiba bangun. Dia cuma merem dan genggam erat sprei. Kayaknya dia bisa lindungin dirinya kayak gitu.
Tapi, Charles meluk dia dan bisik ke telinganya, "Udah deh, jangan pura-pura. Aku gak bakal ngapa-ngapain malam ini. Tapi, aku gak ngerti kenapa kamu selalu waspada sama aku. Ada apa sih?"
Sarah akhirnya buka mata dan jawab dengan suara pelan, "Maaf, tapi bisa gak kamu kasih aku ruang supaya aku bisa jaga harga diri aku?"
"Menurut aku, kita harus biarin alam yang ngatur kalo dua orang saling sayang. Kamu mikir aku cowok yang gak bertanggung jawab?"
Sarah akhirnya muter badan dan ngeliat dia, "Aku percaya kamu bisa bertanggung jawab, tapi aku gak bisa nahan seorang cowok cuma karena aku mau punya anaknya. Kalo kamu harus nikah sama aku cuma karena tanggung jawab, apa kita bisa bahagia?"
Charles diem aja. Tiba-tiba, dia ungkapin keraguan di hatinya, "Charles, kamu beneran sayang aku? Apa aku satu-satunya cewek di hati kamu?"
Charles ngeliat dia. Mukanya redup dalam bayangan, dan gak ada yang keliatan kecuali matanya yang berkilauan. Dia kayaknya tenggelam dalam pikirannya sendiri, diem aja.
Sarah nanya lagi, "Kamu sayang aku?"
Akhirnya, Charles menghela napas dan meluk dia, "Udah, istirahat sekarang. Udah malem. Aku harus kerja besok."
Sarah mikir dia pasti cewek yang sensitif dan neurotik. Kayaknya dia selalu gak punya rasa aman dalam hal percintaan. Dalam situasi kayak gini, dia ngerasa gak aman sama Charles, apalagi waktu Charles gak jawab pertanyaannya waktu mereka ketemu terakhir kali. Dia gak tau gimana caranya 'berhubungan' sama Charles seolah cinta di antara mereka, yang udah susah banget didapetin, sekarang udah gak bisa diperbaiki.
Sejak pacaran sama Charles, Sarah gak mikir Charles udah sama cewek lain, tapi dia tetap tau gak ada yang pasti. Bahkan waktu Charles baik sama dia, dia tau ada yang salah. Kayaknya Charles bersikap sama kayak semua orang yang pernah dia pacarin. Jadi, Sarah nganggep dirinya cuma cewek biasa aja buat Charles.
Siapa sih yang bisa naklukin hati Charles? Kayaknya gak ada yang tau.