Bab 34: AKU AKAN BERSAMAMU SELAMANYA
Dua bulan kemudian, Charles keluar dari rumah sakit dan balik lagi ke perusahaan buat kerja. Sarah udah mutusin buat balik juga, tapi Pak Thomas udah ngeyakinin dia buat nggak usah balik. Pak Thomas dateng ke Sarah suatu hari dengan sebuah penawaran, "Sarah, karena kamu sama Charles saling cinta banget, gimana kalau nikah cepetan aja? Dengan gitu, Bapak nggak usah khawatir lagi."
Pikiran tentang semua ini terjadi secepatnya bikin Sarah agak deg-degan. Dia jawab, "Pak Thomas, nikahnya terlalu cepet. Lagipula, Charles juga nggak tahu apa-apa. Aku nggak tahu gimana perasaan dia tentang semua ini."
Pak Thomas ketawa, "Maksudnya kamu bakal janji nikah sama Charles asalkan dia mau?"
Sarah nggak tahu gimana jawabnya, jadi dia cuma ngangguk. Dia mikir keputusan ini harusnya dateng dari Charles.
Pak Thomas senyum, "Kalau gitu gampang. Charles udah tahu dari dulu. Kita kasih tahu dia, dia yang pengen tahu pendapat kamu dulu. Jadi, semua terserah kamu. Dia bilang dia nggak mau maksa kamu."
Sarah kaget. Pak Thomas lanjut, "Jadi, gimana menurutmu?"
Sarah nundukin kepala dan bilang, "Kalau gitu, aku bakal ngomong sama Charles."
Pak Thomas langsung ngakak terus bilang, "Kayaknya Charles bakal sibuk nih."
Sarah nanya, "Pak Thomas, kenapa Bapak dukung kita? Lagipula, aku nggak pantes banget sama Charles."
Pak Thomas senyum dan geleng-geleng kepala, "Nggak ada yang namanya cocok atau nggak cocok kalau soal cinta. Semuanya terserah kalian berdua. Lagipula..." Tiba-tiba, Pak Thomas mulai batuk dan nutup mulutnya pake saputangan. Sarah khawatir dan nanya, "Pak Thomas, Bapak kenapa?"
"Nggak papa, Bapak baik-baik aja. Kayaknya Bapak masuk angin, mungkin karena cuaca yang berubah-ubah. Nanti Bapak minum obat, terus juga sembuh." Pak Thomas masih batuk-batuk keras pas dia ngomong gitu, dan Sarah curiga ini bukan cuma gejala flu biasa. Dia keliatan makin kurus dari terakhir kali mereka ketemu. Tapi, nggak sopan kalau dia nanya lebih jauh, jadi dia nawarin buat nemenin Pak Thomas ke rumah sakit. Pak Thomas nolak, jelasin kalau sopirnya bisa nganter dia ke rumah sakit. Jadi, Sarah nggak punya pilihan lain selain nggak usah maksa.
Sebelum Pak Thomas pergi, dia bilang ke Sarah dengan ramah, "Sarah, kamu baik banget. Bapak seneng banget mikir kamu jadi menantu Bapak. Kamu emang lebih baik dari banyak cewek lain. Nanti Bapak dorong Charles biar cepet-cepet!"
Sarah bingung gimana harus bereaksi sama pujian dia dan juga janji dia buat ngomong sama Charles. Tapi malamnya, semuanya jadi jelas pas Charles ngajak dia jalan-jalan ke pantai.
Pas mereka naik kapal pesiar mewah Charles, Sarah nanya, "Kamu mau ajak aku ke mana?"
Charles nggak jawab tapi senyum misterius ke arahnya. Dia gandeng tangan Sarah dan nuntun dia ke kapal. Setelah dia nyuruh anak buah kapal buat jalanin kapalnya, dia noleh ke Sarah dan bilang, "Masuk ke kapal, aku udah siapin hadiah buat kamu!"
Jadi, Sarah buka pintu dan masuk ke kapal. Pas dia nyalain lampu, dia bener-bener kaget sama apa yang dia liat. Kabinnya dihiasi hampir semuanya pake bunga mawar merah, yang ditumpuk jadi bentuk hati dan tulisan "Aku cinta kamu." Bahkan lantainya ditutupin sama kelopak mawar merah, yang Sarah aja ragu buat nginjeknya.
Sarah begitu tersentuh sampe hampir nangis. Dia mikirin berapa banyak waktu dan energi yang dibutuhkan buat ngehias ruangan sebesar ini. Charles akhir-akhir ini sibuk banget. Sarah noleh dan nanya, "Kamu butuh berapa lama buat ngerjain ini semua?"
Tapi, pas dia noleh, dia ngeliat Charles lagi berlutut, satu tangan megang sebuket bunga gede dan tangan satunya megang kotak merah kecil. Pas dia buka, isinya cincin berlian yang indah. Charles ngeliat ke arahnya dengan penuh kerinduan dan bilang, "Sarah, mau nikah sama aku. Aku cinta kamu!"
Sarah kaget banget; dia nggak tahu harus ngomong apa. Dia cuma natap dia, kaget tapi penuh kebahagiaan.
Charles bilang dengan tulus, "Aku bakal sama kamu selamanya. Aku bakal cinta kamu dan bikin kamu bahagia. Aku bakal bikin kamu jadi cewek paling bahagia di dunia! Sarah, nikah sama aku!"
Denger kata-katanya, Sarah akhirnya nangis. Dia nggak bilang apa-apa, cuma maju buat ngambil bunga dan cincin berlian, terus meluk dia, "Aku mau. Aku bakal sama kamu selamanya!"