Bab 13: HADAPI DIA
Sarah mulai mempertanyakan dirinya sendiri. Apa dia masih pengen jadi pemilik hatinya Charles? Dia menertawakan dirinya sendiri, tiba-tiba senyum, terus nangis lagi.
Melihat tatapan orang-orang yang lewat, dia nunduk, ngapus air matanya, dan langsung cabut.
Begitu belok, dia ngerasa ada yang narik tangannya. Pas nengok, Sarah nemuin orang yang ngehentiin dia itu Charles. Mukanya keliatan khawatir, dan matanya nunjukkin kayak lagi marah. "Kan udah dibilangin tungguin di depan?" kata Charles dengan nada tinggi, "Kok malah pergi sendiri?" Setelah diem sebentar, dia sadar Sarah nangis, jadi dia melembutin suaranya, "Kenapa sih? Kok nangis? Ada apa, sih?"
Sarah geleng-geleng, "Nggak ada apa-apa." Dia nggak mau cerita apa-apa. Walaupun dalem hati dia ngerasa nggak enak banget, dia tetep nggak mau kasih tau.
Sambil megangin bahunya, Charles natap dia lumayan lama, terus nanya pelan, "Ada apa? Cerita sama aku, aku bisa bantu. Aku bisa lindungin kamu kalau ada masalah."
Sarah ngapus air matanya dan bilang pasrah, "Kamu nggak akan bisa bantu aku nyelesain ini, Charles. Kalau kamu bisa nyelesain, aku nggak akan kayak gini."
"Apa?"
Sarah diem sebentar, nyoba mikir alesan, "Nggak ada apa-apa. Kamu nggak bisa bantu aku." Dia nghela napas pelan, "Ini gara-gara cewek itu, adiknya kamu."
"Masih ada lagi yang mau kamu kasih tau? Aku nggak bisa bantu kalau kamu nggak cerita apa-apa. Kenapa sih kamu yakin banget aku nggak bisa bantu?"
Setelah mikir-mikir sebentar, Sarah akhirnya ngejawab, "Kalau pun aku cerita, yakin kamu bisa bantu aku?"
Charles natap dia, kaget. Dengan yakin, Sarah bilang, "Udah, jangan nanya-nanya lagi, kasih aku waktu sendiri."
Akhirnya, Charles berhenti nanya-nanya. Mereka jalan di pinggir jalan. Setelah ngerasa kayak udah lama banget, Charles bilang, "Sarah, kenapa sih kamu nggak percaya sama aku? Kadang, pas aku lagi sama kamu, aku ngerasa nggak bisa deket sama kamu."
Sarah natap dia dan ngejawab, "Bukan karena aku nggak percaya sama omongan kamu, aku cuma mau lindungin diri. Aku pernah sakit hati, Charles. Kalau aku nggak yakin kamu sayang sama aku, gimana aku bisa percaya sama kamu sepenuh hati? Lagian, Charles, kamu juga nggak tulus sama aku!"
"Kok kamu marah-marah sih hari ini?" Charles ngebales.
"Oke, bisa nggak kamu jujur sama aku, apa ada cewek lain dalam hidup kamu?" Sarah natap Charles.
Omongannya bikin Charles ketawa. Dia nggak tau kenapa dia nanya gitu, "Kenapa sih ngomong gitu? Kamu mikir aku selingkuh? Kan udah aku bilang, aku nggak pernah sama cewek lain sejak kita pacaran. Kenapa sih kamu nggak percaya?"
"Percaya atau nggak percaya itu nggak penting. Aku nggak tau apa yang kamu omongin itu bener atau nggak."
"Kamu kenapa sih hari ini? Sengaja mau bikin aku emosi ya?" Charles natap mata Sarah.
Sarah natap balik dia diem, terus nanya, "Charles, kamu punya adek ya?"
"Apa?"
"Aku denger kamu punya adek. Tapi kok aku nggak pernah liat dia? Apa dia cewek yang di foto di dompet kamu?" tanya Sarah.
Saat itu juga, dia sadar ekspresi Charles berubah. Dia kayak nyoba nyembunyiin sesuatu pas ngejawab, "Kenapa sih kamu nanyain ini?"
"Kalau dia adek kamu, ya udah tinggal bilang aja, Charles."
"Dia emang adek aku, tapi dia diadopsi sama orang tua aku. Sekarang dia tinggal sama mereka."
Nahan sedihnya, Sarah maksa senyum dan nanya dia, "Oke, pasti kamu sayang banget sama dia. Kalau nggak, kenapa kamu masukin fotonya ke dompet dan ngeliatinnya setiap hari?" Dia sadar semua tingkah lakunya yang nggak wajar. Kegugupannya buat bahas adeknya nunjukkin ke dia kalau hubungan mereka nggak normal.
Nunduk, Charles batuk dan nanya, "Kenapa sih tiba-tiba kamu tertarik sama adek aku? Kamu mau tau apa?"
Sarah maksa senyum, "Aku cuma mau tau seberapa sayang kamu sama adek kamu. Ceritain tentang dia, aku tertarik buat tau lebih banyak."
"Soal adek aku, aku nggak ada yang mau diceritain," jawab Charles dengan dingin.
Sarah nunduk, "Kamu nggak pernah cerita apa-apa soal keluarga kamu, padahal aku udah cerita soal adek aku, masa kecil aku, bahkan orang tua aku yang udah meninggal. Kenapa kamu nggak pernah nyebut keluarga kamu? Charles, kamu nggak jujur.", Dia ngangkat kepalanya dan natap dia dengan lembut.
Charles diem sebentar terus ngejawab, "Mendingan kita pergi dari sini, terus kita bisa ngobrol di tempat yang lebih sepi.", Begitu selesai ngomong, dia langsung jalan pergi.
Natap punggungnya yang lagi jalan, Sarah tiba-tiba ngerasa kayak dia masih nyembunyiin sesuatu. Ada apa sih sama dia? Kenapa dia lindungin cewek itu banget? Dia bahkan nggak mau cerita soal cewek itu di depan pacarnya sendiri. Sarah tiba-tiba inget omongan selingkuhan itu. Kalau Charles sayang sama seseorang, dia nggak akan biarin orang lain tau karena dia mau lindungin dia. Dia cuma akan pacaran sama cewek yang nggak dia sayang, buat mastiin semua orang tau soal dia biar bisa ngejauh dari cewek kesayangannya. Sarah ya persis kayak gitu, cuma pengalih perhatian!
Charles jelas nggak nyoba lindungin Sarah. Kalau iya, dia nggak akan dibully sama selingkuhannya. Cewek yang kayaknya nggak pernah muncul dan disayang banget sama Charles, hidup tenang, nggak ada yang ganggu atau ngebully dia.
Charles emang nggak sayang Sarah.
Meskipun dia kesel, pas Charles manggil dia buat masuk mobil, dia ngikut karena dia bener-bener mau tau lebih banyak soal cewek di foto itu.
Charles nyetir mobil ke pantai. Pantai pas malem kayak dunia yang beda dari kota, cuma ada beberapa lampu yang berkedip di kejauhan.