Bab 20: Nol
Gue nyuruh dua cewek kita buat nyari. Kylie selalu jadi salah satu dari kita, dulu dia pernah jagain gue, dan sekarang dia butuh gue buat jagain dia.
Hape gue geter dan gue keluarin, 'Woi, ada apa?'
'Polisi nemuin mayat lagi, gue baru aja liat, gue rasa salah satu dari kalian harus dateng buat ngecek ini.' Quinn gak pake basa-basi, yang berarti ini pasti parah.
'Gue suruh salah satu cowok ke sana.'
'Semuanya beres di klub?' Dia nanya dan ini kesempatan gue buat milih gimana gue mau mainin ini sama dia. Kesempatan yang gak bakal gue sia-siain.
Jadi gue omongin terus terang, 'Enggak, Beggar kabur sebulan lalu, tadi malem dia pergi sama Kylie Bray, sekarang dia hilang. Artinya kita harus nemuin dia cepet.'
'Maksud lo Kylie Bray? Gue mungkin bisa bantu. Inget hacker yang pernah gue ceritain? Beberapa bulan lalu dia bilang Kylie Bray nyuruh dia buat nge-hack rekening bank Lucca Sanati dan nyari semua rekening dan bisnisnya di luar negeri. Cuma pas dia udah nemuin sesuatu, Kylie bilang dia gak butuh lagi, tapi gue rasa Rudy masih punya datanya, mungkin kita bisa lacak mereka dari situ.'
'Suruh dia nelpon, kasih nomor gue. Kita butuh semua bantuan yang ada.'
Gue matiin telepon dan liat Den sama Chadley, calon anggota berambut ungu, sepupunya Falon.
'Den, Chad, cepetan ke sini, gue ada tugas buat kalian berdua.'
Mereka berdua langsung natap gue dengan mata berbinar dan berdiri tegak. Kalo lagi gak kayak gini, gue pasti udah senyum.
'Ada mayat di rumah sakit, gue mau kalian ke sana dan foto-foto, ngobrol sama dokter dan kasih mereka ini.' Gue kasih Den lima ratus dolar.
Dia tau gimana caranya dapet informasi, itu salah satu alasan dia jadi calon anggota kita.
Alasan lainnya adalah dia bisa ngomong tiga belas bahasa.
Otot gak selalu datang dari massa tubuh. Kadang otak jauh lebih bahaya daripada pistol di tangan lo.