Malam Pertunangan Bagian 2
Udah telat banget pas dia sadar tanda-tandanya. Dia dicekokin obat bius lewat sampanye. Dia yakin banget. Gelas kedua mungkin isinya Cherry meth atau obat GHB. Dia nelpon anak buahnya sambil lari ke atas.
Dia dobrak pintu. Adamson keluar dari kamarnya yang cuma berseberangan sama kamar mereka, dan dia ngikutin Adamson. Dia denger erangan.
Darahnya naik ke ubun-ubun, dia ngebut ke kasur dan narik cowok itu dari atas tubuh Andromeda. 'Burung' cowok itu kelihatan dan ada kamera terpasang di sana. Dia mulai gebukin cowok itu. Adamson ngehentiin dia.
"Urus Andy," kata Adamson sambil nginjek dada cowok itu buat ngehentiin dia.
Dia ngacir ke kasur dan ngeliat gaun dan dalemannya udah disobek-sobek jadi beberapa bagian. Dia nangis diem-diem dan bergumam kalau dia nggak bisa gerak. Dia biarin Adamson ngehubungin keamanan pas Adamson nyembunyiin kameranya.
Zach nutupin tubuhnya dan ngapus air matanya.
"Sst, nggak apa-apa. Gue di sini," gumamnya.
"Zach," Dia sesegukan. Dia meluk dia dan ngayun-ngayun dia.
Dua anak buahnya dateng dan ngambil Calvin dan kameranya. Mereka baru tahu kalau itu disiarin langsung ke bawah, jadi dia bakal kelihatan kayak cewek murahan yang selingkuh. Dia nutupin dia pake jubah sampe kakek-nenek mereka dateng dan meringis ngeliat Calvin yang babak belur dan cucu mereka yang kena obat bius.
"Panggil dokter sekarang." Kakek Mondragon nuntut ke sekretarisnya. "Dan selidiki kenapa kesayangan gue dikasih obat bius."
"Siap, Tuan." Kata Pengawal utama Kakek Mondragon dan mulai ngasih perintah. "Jangan biarin siapa pun keluar dari tempat ini."
"Bikin cowok itu ngomong." Kakek Pattinson menuntut.
Begitu mereka pergi, cuma dua Kakek, dia, dan Andromeda yang ada di kamar, Kakek Mondragon ngomong.
"Gue nggak mau ini terjadi lagi. Kesayangan gue yang malang dijebak sama seseorang. Lo ngerti, Zachary?" Kakek Mondragon bilang dengan keras.
"Gue ngerti. Dia nggak bakal kena sakit lagi." Dia ngatupin giginya, masih nggak bisa nahan amarahnya ke Calvin yang berani memperkosa kesayangannya.
"Gue nggak mau hal yang sama terjadi kayak waktu pernikahan lo dua tahun lalu." Kakek Mondragon ngomong dengan jelas.
Dia kaget beberapa saat. Tentu aja, kakek-kakek ini tahu apa yang terjadi dua tahun lalu. Kakek-kakek ini tahu kalau mereka udah pacaran tiga tahun. "Mending lo jaga cucu gue, lebih dari lo ngejaga dia dua tahun lalu." Kakek Mondragon keluar dari kamar bareng Kakek Pattinson.
"Nggak bakal terjadi lagi." Dia janji.
"Gue nggak bisa gerak..." Andy mengerang kayak dia kesakitan.
"Sst..." Dia ngapus air matanya dan nyium keningnya. "Gue di sini, sayang..." Ngeliat dia kayak gitu bikin gue sakit.
Dia nelpon adiknya, Ellen, buat bawain Raja. Dia berterima kasih sama Ellen terus dokternya dateng buat ngecek dia. Dokter masang infus, dan butuh beberapa jam sampe dia bersih. Dia mandi lama dan nemuin dia masih tidur. Dia nyium keningnya dan tiduran di Kasur Raja di sampingnya. Ternyata bukan obat yang keras. Dia bakal bangun bentar lagi.
---Badannya berasa kayak abis ditabrak truk. Dia kayaknya nggak bisa bangun meskipun kandungnya penuh dan dia butuh kamar mandi sekarang. Dia baru sadar kalau dia punya infus yang nyambung di urat nadinya dan dia ngeliat ke sampingnya. Jam 5:45 pagi. Dia balik badan ke sisi lainnya dan nemuin dia.
"Zach!" dia ngomong dengan suara serak. "Zach!" dia manggil lagi dan dia langsung bangun.
"Hei," dia ngelus rambutnya. "Gimana perasaan lo?"
"Gue butuh kamar mandi sekarang. Gue nggak bisa bangun." Katanya sambil nyoba ngangkat tangannya.
"Oke."
Dia nyopot infus dia dan dia gendong dia ke kamar mandi. Dia berdiri di depan toilet dan nyuruh dia keluar. Dia ngelakuinnya tapi dia tetap di luar dengan pintu setengah kebuka. Dia kencing sambil menghela napas dan nyuci 'anu'nya. Dia ngeflush dan berdiri sedikit sempoyongan.
"Gue siapin air hangat." Dia bikin dia duduk di pinggir bak mandi sambil ngisi bak mandi dengan air hangat dan minyak esensial. Sambil ngisi, dia jalan keluar dengan cepat dan ngambilin dia segelas air. Dia minumnya sambil menghela napas dan nunggu bak mandinya keisi.
"Kakek tahu siapa yang ngejebak gue?" dia nanya sedikit pusing. Dia berdiri dan nyopot jubahnya pas dia masuk ke bak mandi dan dia menghela napas pas dia duduk dan bersandar.
"Kita lagi usahain."
"Gue nggak peduli sama siapa pun itu, tapi 'burung' kecil nyoba masuk ke gue—itu, gue nggak bakal biarin lolos begitu aja."
"Dia masuk?" dia nyopot piyamanya dan masuk ke bak mandi bareng dia.
"Hmm, gue nggak inget." Dia ngegelengin kepalanya dengan dahi berkerut.
Dia pindah ke belakang dia biar dia bisa nyender di dadanya. Mereka diem di sana satu jam dan akhirnya dia ngangkat dia, karena dia ketiduran lagi, dan ngeringin dia, ngebungkus dia pake jubah mandi bersih kayak yang selalu dia lakuin dulu.
Ketukan di pintu ngeganggu dia yang lagi push-up. Jadi, dia jalan ke arahnya dan ngebukain buat kakeknya yang lagi duduk di kursi rodanya. Dia ngebukain lebar buat dia dan dia ngeliat calon cucu mantu yang lagi tidur.
"Gimana keadaannya?" Kakek Pattinson nanya.
"Dia udah bangun dan udah mandi setengah." Dia ngejawab.
"Gue minta pihak hotel buat nyiapin minuman detoks buat dia. Dia harus makan banyak sayuran dan buah-buahan biar kalian berdua bisa cepet punya anak. Lo juga. Dan gue lihat lo udah nggak ngerokok lama. Bersihin juga paru-paru lo."
"Siap, kakek." Dia bergumam.
Kakek itu pergi dan dia beneran bersihin paru-parunya dengan minum teh kunyit organik setelah olahraga. Dia harus ngelakuin ini biar dia bisa ngejaga dia dan ngasih dia bayi. Tapi mikirin itu bikin perutnya muter dan hatinya mencelos. Kenapa dia ninggalin dia lagi? Dia harus mikirin semua lagi karena itu kekanakan banget dan dia harus dewasa sekarang.
Dia duduk kayak zombie dan nyium bau di udara. Bukannya ngasih cokelat, dia ngasih dia teh jahe dan dia nyeruput dan cemberut.
"Habisin. Kakek mau kita sehat." Dia bilang ke dia pelan-pelan. Dia duduk di kursi malas dan nyeruput tehnya. Dia menghela napas dan masih ngerasa badannya kayak abis ditabrak truk. "Jadi, mau honeymoon di mana?" Dia nanya yang bikin alisnya berkerut dan dia nyilangin kakinya.
"Kita nggak bakal honeymoon." Dia ngomong dengan jelas, jernih.
"Yah, rumah juga nggak apa-apa, kan?" Dia senyum masih yakin kalau harus punya itu dan dia bakal mastiin kalau dia bakal punya dia lagi. Dia ngerutin alisnya terus mijit pelipisnya.
"Lo bikin kepala gue pusing sekarang, Zachary." Dia pergi ke lemarinya dan pake bikini.
Dia jalan ngelewatin dia buat ngecek kolam terus mau jalan ngelewatin dia lagi tapi dia narik dia ke pangkuannya dan nyium bibirnya. Dia ngecek lukanya yang sekarang udah sembuh. Dia nyium luka yang memudar.
"Ayo berenang kalau gitu."
Mereka berenang di kolam dan itu bikin kepalanya enak. Dia inget waktu mereka flirting di kolam dan akhirnya di kasur. Dia mendorong dirinya keluar dari kolam dan jalan-jalan pake celana renangnya dan nunjukin otot perutnya yang enam kotak. Dia makin berotot dan jantan, bahkan bagian bawahnya juga gede banget. Banyak cewek ngeliatin dia yang juga tamu di Hotel. Dia ngikutin dia ke kursi santai. Mindahin kakinya melebar dan duduk di atas 'burung'nya yang gede. Dia nyengir ke dia, dan 'burung'nya makin keras.
"Jadi, udah mikirin honeymoon kita?" Dia nanya pelan.
Dia ngelus pinggangnya yang kecil dan turun ke pinggulnya yang lebar. Dia punya bentuk tubuh jam pasir sempurna yang dia suka. Dia memutar bola matanya dan meraih handuk dan nutupin tubuh bagian bawah mereka pas dia bantal di dada basahnya. Dia tahu bagian ini dari dia. Dia posesif kayak dia. Mungkin karena celana renang yang dia pake. Karena dia fit secara fisik dan punya tubuh yang bikin orang pengen mati, dia nggak peduli buat pamer. Dia gerak sedikit yang ngebuat gesekan buat ngegodain dia. Dia makin keras. Dia mengerang dan megang pinggangnya.
"Gue keras sekarang. Lo tahu kalau gue nggak bisa ngontrol diri gue kalau lagi sama lo." Dia bergumam, dan semua orang kayaknya iri sama mereka. "Terus, kontrol diri lo." Dia nyender ke dia lebih deket. Dia harus narik napas dan keluar dan ngontrol ereksinya, jadi dia nggak bakal bikin dirinya kayak anak sekolahan di depan semua orang ini.
Dia terkekeh, ngambil jubah mandinya dan memakainya. Dia ngecengin rahangnya. Cewek itu ngegodain dia dan dia suka.
"Ayo ke kamar mandi." Dia ngambil jubah mandinya dan memakainya, duduk.
Dia terkekeh, ngambil jubah mandinya dan memakainya. Dia ngecengin rahangnya. Cewek itu ngegodain dia dan dia suka.