(Belum Diedit) Cintai Aku Bagian 2
"Gak mood," gumamnya.
"Tapi gue sih..." gumamnya. "Andromeda..." Dia merangkak perlahan dan mencium kakinya. **Andromeda** bersandar dan memperhatikannya dengan penuh gairah. Dia membuka celana dalamnya dan mencium pusarnya. Dia menatapnya dan dia terlihat sedih. Cuma ada satu hal yang bisa dia lakuin selain mencintai dan bikin dia bahagia.
Dia ngeliatin dia ngelakuin itu dan mulai bikin dia seneng pake mulutnya. Dia jago banget di situ dan dia suka banget pas denger dia desah. Itu seksi dan menggoda banget. Dia genggam sprei pas dia makin dalem pake jarinya. Dia nutup mulutnya dan menggeliat. **Zachary** ngelakuin sesuatu lagi yang bikin dia nyemprot lebih keras.
**Zachary** merangkak ke arahnya pas dia selesai. Dia mencium bibirnya dan berbaring bersamanya. Walaupun dia keras, dia gak peduli sama sekali. Dia menyentuh wajahnya yang memerah dengan penuh kasih sayang. Terus dia kaget pas dia meraihnya di sana dan mulai mengelusnya.
"**Andromeda**, lo gak perlu gitu."
**Andromeda** duduk dan melepaskan kejantanannya dari celananya dan membungkuk untuk menciumnya, tapi **Zachary** memegang wajahnya dan malah menciumnya. Sambil menciumnya, dia menutup tangannya di sekitar kejantanannya dan membantunya mengelusnya.
Dia mendesah keras dan menciumnya lebih dalam.
**Raja** yang lagi asik mainin mainannya di pojokan tiba-tiba penasaran sama mereka. Tapi kasurnya tinggi jadi dia gak bisa nyampe, jadi dia gak peduli dan lanjutin apa yang dia lakuin.
***
**Zachary** ngebantuin dia ngeringin rambutnya dan mikir mereka bakal mulai hidup baru bareng, tapi pas dia ngeliatin dia. Dia keliatan agak frustasi dan terus ngecek ponselnya dan bahkan nelpon seseorang, dan dia jadi marah.
"Kenapa?" tanyanya.
"Gimana caranya lo beli rumah tanpa pasang keamanan di sekelilingnya?" tanyanya sambil mengerutkan alisnya. "Lo bahkan gak ngecek kamera CCTV lo berfungsi apa enggak."
"Gue lupa ngecek," gumamnya. Dia dapet telepon dari operator rumahnya, dan katanya kamera mereka udah dirusak. Dia ngeceknya tiap hari. Perusahaan mereka emang jago teknologi. Dia gak mau masang alarm keamanan lain karena tinggal di sana selama dua tahun emang tenang sampe sekarang dia dapet pembunuh bayaran profesional yang bisa ngerusak keamanan sederhana.
Sekarang, dia harus ngerjain itu. Dia harus kerja keras di teknologi baru dan ngasih keamanan terbaik buat dia bahkan tanpa orang yang ngoperasiin. Mungkin udah waktunya dia pake hasil ciptaannya. Dia beli vila beberapa tahun lalu tempat dia nyimpen semua ciptaannya. Itu bakal jadi hadiah pernikahan yang bagus buat dia.
Jadi, dia ngumpulin orang-orangnya dengan sekali telepon buat ngerjain interior dan lemari pakaiannya. Karena vilanya terpencil dan sangat pribadi, dia bakal pake kekuatannya biar gak ada orang yang bisa membocorkan vila itu ke orang lain.
Dia meraih lututnya dan ngambil tasnya.
"Ayo, sayang." Dia ngeliat ke arahnya dan dia menepuk kepalanya. Frustasi dan stres bikin dia keliatan kayak anak anjing yang tersesat. "Lo gemesin banget." Dia mencium mulutnya, basah dan penuh gairah.
Kapanpun dia ngelakuin hal kayak gitu bikin dia lemah di sekitarnya. Dia luluh dan jatuh ke perangkapnya. Tapi, dia berhenti di situ dan menepuk kepalanya sebagai isyarat buat ngebuang pikiran itu.
Mereka keluar dan naik van dua belas kursi tempat mereka punya tiga pengawal di belakang dan seorang sopir dan pengawal lain di depan. Vannya anti peluru dan punya alarm darurat. Semua keamanan di dalam van semuanya dari Pattinson Industrial Technologies.
"Kenapa lo stres banget sih?" tanya **Zachary** begitu mobilnya keluar dari Mansion.
"Gue stres gara-gara rumah lo. Lo beli rumah dan lo punya laboratorium robot keamanan dan hal-hal AI lainnya tapi lo bahkan gak mikir buat masang alarm keamanan."
"Kenapa stres banget gara-gara itu? Apa lo takut mati sekarang?" tanyanya dengan acuh tak acuh. Dia menatapnya tajam.
"Gue gak takut mati."
"Iya?"
"Terus kenapa stres kalo lo gak takut mati?"
"Itu karena gue gak mau para bajingan itu ngebunuh gue. Lo gak ngerti apa-apa jadi diem aja deh." gumamnya.
"Hmm." Dia meraih kepalanya dan mencium puncaknya. "Jangan sampe mati ya? Gue juga bakal mati."
Dia jadi diem sebentar.
"Terus kenapa lo ninggalin gue? Gue mati hari itu," katanya hampir berbisik.
"Itu kesalahan."
***
Perjalanan jauh jadi dia beli es krim di jalan dan mereka makan es krim sambil nonton TV.
Van dua belas kursi punya TV portabel di belakang setiap kursi--kecuali yang paling belakang. Nyaman dan mereka bisa merebahkan kursi dan mengangkat kaki mereka. Bahkan, kalo mereka punya seluruh van tanpa pengawal itu, **Zachary** bakal ngambil kesempatan buat bercinta sama dia.
Dia baru inget gimana mereka bercinta di mobil yang beda yang mereka kendarai. Mereka liar banget dan **Andromeda** bakal merayunya di jalan. Dia suka banget ngeledeknya.
**Andromeda** lagi santai dan merem pas vannya berhenti.
Mereka semua ngeliat sekeliling buat liat motor ngelilingin mereka dan mobil hitam di depan buat ngeblok van.
**Andromeda** ngeluarin pistol di bawah kursinya dan mereka semua siap kalo ada hal buruk yang terjadi.