Kekasih Bagian 2
Andromeda, mengenakan pakaian seperti biasanya, dandan tipis, dan menata rambutnya sebelum mengendarai motornya ke kantor. Gak butuh waktu lama buat sampai di sana. Dia bilang ke Zachary kalau dia gak butuh pengawal saat itu, dan dia cuma nyalain GPS biar dia bisa dilacak di mana pun dia pergi.
Dia nelepon suaminya waktu lagi jalan di koridor, keliling fasilitas. Dia mau ngecek semuanya, dan ini hari santainya. Semua orang kaget dia jalan-jalan keliling fasilitas, yang luasnya sampe berhektar-hektar.
Dia ngobrol sama suaminya lewat earphone.
"Nanti aku makan. Jangan khawatir," katanya. "Maaf aku gak bisa buatin makan siang buat kamu."
"Gak papa kok. Gak masalah. Jaga diri baik-baik. Itu aja yang aku mau."
"Iya, kamu juga."
"Aku cinta kamu. Aku harus pergi sekarang."
"Oke." Dia bergumam dan menutup telepon. Dia menghadap Sekretarisnya yang kayaknya kesakitan karena sepatu hak tingginya. "Balik sana, kirim laporan tentang kemarin sama tentang subjek kita."
"Siap, Nyonya."
Dia pergi ke loker, terus ngecek jam. Dia nyamperin loker para komandan, dan pas dia denger ada cowok lagi 'gituan', dia langsung ngeluarin hapenya dan mendobrak pintu, nemuin salah satu komandan lagi 'gituan' sama staf?
"Wow." Katanya sambil motret wajah mereka. Terus dia pergi. Dia ngirim foto itu ke HRD sama jamnya. Mereka udah tau apa yang harus dilakuin sama bukti itu, jadi dia gak perlu nyuruh apa-apa.
Gak sampe dua setengah jam dia muter-muter. Dia keringetan, baguslah. Dia balik ke kantor, terus suaminya nelepon pas banget waktu dia duduk di kursi putarnya.
"Aku udah pesen tempat. Gimana kalau kita makan di tempat kayak Korean Barbeque sama hotpot?" Kata dia.
"Boleh juga, hubby-dubby. Aku baru aja muter-muter keliling fasilitas, dan aku laper."
"Pesenannya setengah jam lagi. Pas banget sama perjalanan kamu ke sini."
"Oke. Aku mau segeran dulu."
"Iya. Dan aku ada pertanyaan buat nanti. Oke?" Katanya. Andy diem sebentar, terus cemberut.
"Oke." Dia udah ngerti maksud pertanyaannya.
***
Ellen ngasih tau stafnya soal Seth yang dilarang masuk restoran dan hal-hal lain yang perlu. Andel udah ngebantu dia nyediain pengawal di setiap restoran dan bakal ngejagain dia diam-diam. Andel ngasih dia jam tangan cewek yang ada alat pelacaknya, jadi dia bisa ngelacak Ellen kapan aja, sama hapenya juga.
Dia suka banget gimana dia ngejagain, dan dia gak sabar pulang masak buat dia.
"Fox, kamu mau keluar malam ini?" Tanyanya.
"Iya. Aku mau ke bar. Aku gak mau denger kamu sama Andel di kamar sebelah," katanya sambil ngebalik halaman buku yang lagi dia baca.
Ellen cekikikan dan Fox senyum diam-diam.
"Punya abang yang hebat."
"Tentu."
Dia meraih hapenya pas nerima pesan. Dia cemberut pas itu pesan dari Seth.
Maaf. Aku gak bisa 'gituan' sama kamu. Tapi aku bakal bisa secepatnya. ;-)
Dia gemeteran dan Fox ngambil hapenya diam-diam dan baca pesannya. Dia ngambil hapenya sendiri dan motret pesan itu, terus dia balikin lagi ke Ellen. Ellen gak bisa nyalahin dia karena terlalu protektif. Dia temennya Andy, dan Andel nyuruh dia buat ngejagain dia.
"Jangan khawatir, Ellen. Cowok itu gak bakal bisa nyentuh kamu lagi," dia nepuk kepala Ellen. Ellen ngangguk dan nge-chat Andel.
Sibuk?
Butuh waktu lama buat Andel bales pesannya. Tapi dia bales dengan nelpon.
"Hai, baby girl."
"Maaf ganggu."
"Gak papa kok. Aku mau makan siang."
"Biar Fox aja yang bawain."
"Gak usah. Aku gak papa."
Pintu bunyi, dan Andel masuk. Ellen nutup teleponnya, dan dia berdiri buat nyambut dia. Dia meluk dia erat-erat. Andel nepuk kepalanya dan ngeliat Fox sambil ngangguk. Fox nge-wave mereka, dan Ellen nyuruh mereka bikin masakan spesial dari resepnya sendiri, terus dia bawa dia ke kantornya.
Andel ngelus-ngelus badannya dan nyium bibirnya pelan.
"Aku mau kamu sekarang," dia cemberut ke dia. Andel ngeluarin sesuatu dari sakunya dan nunjukkin ke dia. Dia senyum dan hampir teriak kegirangan. Dia nutup mulutnya dan nyuruh dia diem.
Ellen biarin dia nurunin celana dalamnya waktu dia keluar dari celana dalamnya, dan Andel masukin ke sakunya. Terus, dia ngelepas kancing celananya dan gendong dia ke sofa. Dia ngambil kondom dan nyobek foilnya. Dia pelan-pelan ngeluarin karetnya dan ngeroll-nya ke batang kerasnya.
Dia ngeliat ke dia dan ngeliat gimana dia bersemangatnya. Dia masukin dia dan dia bergumam sambil meluk dirinya sendiri dan ngebiarin dia ngelakuinnya.
"Jadi, ini makan siang kamu?" Dia bergumam. Dia cekikikan sambil mendesah dan nyium pipinya.
"Aku suka makan siangku." Dia nyium dia.
***
Andy nyapa Zachary dan nyium bibirnya. Dia nepuk kepalanya dan ngebawa dia masuk. Mejanya udah disiapin buat mereka, lengkap sama hotpot, daging, dan sayuran. Dia mulai manggang banyak daging, terus ngasih setiap daging yang udah mateng ke dia. Dia ngeliatin dia, terus dia berdehem.
"Makan," katanya. Dia ngambil sumpit dan nyelupin dagingnya ke saus, terus dimasukin ke selada sama kimchi.
"Ah," katanya ke dia. Dia masukin semuanya ke mulutnya dan dia bergumam sambil terus ngunyah. Dia ngambil penjepitnya dan mulai ngebalik-balikin dagingnya. "Coba kasih tau, kamu tau pacarnya Ellen?"
Andy terus ngunyah dan ngeliat ke dia dengan polos. Dia naruh dagingnya di piringnya, terus dia nungguin dia abisin makanannya di mulutnya.
"Sekarang, kasih tau aku tentang pacarnya ini."
"Zach." Dia cemberut ke dia.
"Kasih tau aku."' Dia maksa.
"Ya," dia buang napas. "Dia deket sama aku. Dia juga orang yang baik. Ellen aman sama dia. Dia sayang banget sama dia, dan dia bisa aja bunuh orang buat dia. Kamu gak perlu khawatir sama keamanan Ellen. Aku udah urus."
"Aku juga mau ngejaga adikku," kata Zach ke dia.
"Dia baik-baik aja," katanya ke dia.
"Tapi aku mau pastiin. Keamanan adikku penting."