Reuni Bagian 4
Aaron duduk di seberang Moira bareng Edmond pas mereka makan malam. Anak cewek dan cowoknya lagi reuni SMA di deket sini dan sebentar lagi James bakal dateng. Moira diem aja sambil makan. Aaron tau Moira itu anak baik, dan Edmond kayaknya ada rasa sama cewek itu.
Dia juga bisa liat kemiripan di antara mereka berdua, gimana cara mereka megang pisau dan garpu, dan mereka sama-sama makan wortel yang emang makanan kesukaan Edmond.
Mungkin bokap mereka punya anak dari cewek lain… dan itu Moira. Apa dia adiknya? Atau Edmond punya anak cewek dari cewek lain? Dia cuma penasaran, trus tiba-tiba hapenya bunyi dan dia langsung jawab pas itu dari salah satu penyelidiknya.
"Ya?"
"Tuan, kami nemuin beberapa jejak dari cowok yang jadi target kita. Saya bakal nyelinap masuk pas dia udah pergi. Kayaknya nyonya lagi ketemu cowok itu di hotel."
"Kumpulin tim lo dan ikutin dia sama cowoknya. Lo selipin masuk dan pantengin ada kamera CCTV di area itu gak."
"Siap, Tuan." Dia nutup telpon. Aaron naruh garpunya dan Moira ngambil hapenya trus mulai nyari sesuatu, abis itu dia kasih ke Aaron.
"Gua hack hapenya cowok itu dan lo bisa lacak cowok itu kapan aja. Juga, istri lo." kata Moira. Edmond sama Aaron cengo.
Mereka kaget banget karena dia jago banget.
"Hape itu sekali pake, jadi lo bisa lacak mereka pake itu." Tambahnya.
Abis makan malem, mereka pergi ke teras dan Aaron ninggalin Moira sama Edmond.
"Jadi, uhh, lo jago gitu ya soal beginian?" tanya Edmond.
"Iya. Itu keahlian gua." Hape Moira bunyi. Moira lega. "Permisi." katanya dan ninggalin Edmond. Dia jawab telpon dari Alanis dan dia pergi ke kolam renang tempat dia bisa privasi.
"Hai, sayang."
"Lo tidur gak sih? Jangan balik ke sini keliatan kayak zombie gitu." Katanya.
"Oke… gua selesain ini dulu aja. Gimana kalo lo resign dan cuma sama gua di sini?"
"Gak." Gumamnya. "Gua ada tugas di sini…"
"Hmm," gumam Alanis. "Gua kangen ngewe sama lo."
"Oh, ya? Sialan deh lo… pake tangan lo sendiri. Gua tau lo nyimpen foto bugil gua. Berani banget sih lo."
"Uhh, sayang… jangan marah. Gua kangen sama lo makanya gua butuh foto-foto cantiknya itu. Lagian. Itu di file pribadi gua dan gak ada yang bisa liat."
"Alanis, hapus semuanya."
"Ini rahasia kecil kita. Oke? Lo di mana?"
"Rumput…"
"Pergi ke kamar lo… gua pengen denger lo desah."
Dewinya bangun dan dia pengen banget sama dia.
"Oke. Gua telpon lagi." Dia nutup telpon dan Edmond nyamperin dia.
"Coba cerita, Moira. Gimana lo bisa ketemu bokap gua?" Edmond nanya langsung. "Gua gak mau ada yang ganggu obrolan kita."
"Tanya bokap lo aja, Jenderal Mondragon. Gua gak perlu jelasin atau jawab pertanyaan lo." Dia jalan ngelewatin dia tapi Edmond megang sikunya.
"Lo itu siapa sih? Beneran? Lo deket sama keponakan gua trus makin deket sama bokap gua."
Moira gak mau jawab pertanyaan apapun tapi kayaknya Edmond ngeyel banget.
"Bokap lo, yang besarin gua." Jawabnya. Dia narik sikunya dan pergi. Edmond Mondragon, bokap kandungnya ngobrol sama dia. Dia gak mau suasana jadi canggung jadi dia pergi.
Pas dia sampe di kamarnya, ada kotak merah pita dan kartu. Dia baca dan senyum. Alanis bahkan ngirimin dia hadiah. Dia nelpon dia sebelum buka kotak itu.
"Lo ngirimin gua kotak di kamar gua?"
"Iya. Buka gih." Alanis keliatan semangat dan dia nyalain kameranya. "Gua pengen liat lo." Dia duduk dan buka kameranya trus nyetel hapenya di stand. "Gua kangen banget sama lo."
"Uhuh." Dia buka kotak itu dan matanya melebar pas dia ngambil vibrator kelinci. "Alanis!" Dia marahin dia.
"Nyalain coba." Dia nyengir. Dia lakuin dan benda itu mulai goyang kayak kerjaan dan itu bergetar. "Oke, ada pelumasnya trus tuang ke badan lo. Gua pengen liat lo bugil sekarang juga."
"Gimana kalo lo rekam? Gua gak mau badan bugil gua kesebar di internet!"
"Sayang, ayolah… gua kangen banget sama lo. Cuma malem ini aja…"
"Oke." Moira pergi ke pintu dan ngunci. Trus dia pergi ke jendela dan balkon trus ngecek kamar mandi kalo ada yang ngintip dia. Begitu dia udah siap, dia buka bajunya di depan Alanis dari seberang telpon.
Dia juga bugil dan lagi tiduran di kasur nunggu dia.
***
Andy sama Zach nyampe di rumah mewah mereka dan Fiona nungguin mereka pas anjing-anjing lagi tiduran di kasurnya. Pas mereka sadar udah sampe rumah, mereka mulai menggonggong dan goyangin ekornya. Andy cium mereka satu persatu trus meluk mamanya yang juga nungguin mereka.
"Mama bikin camilan." Katanya dan dia pergi ke dapur dan ambil camilan ringan buat mereka. Zach buka dasinya, jasnya, dan buka tiga kancing dari leher bawahnya.
Andy duduk dan ngambil makanan kesukaan mamanya yaitu burritos. Zach ngambil satu dan gigit. Dia bergumam dan ngangguk.
"Gua kangen ini. Mama selalu siapin ini kapanpun James sama gua bareng temen-temen kita mau dateng buat proyek dan pastinya, pengen ketemu Andy."
"Beneran?" tanya Andy.
"Iya. Lo selalu di lapangan latihan." kata Zach. Fiona senyum.
"Gua inget mata lo kayak kamera CCTV yang selalu fokus ke dia." Fiona cekikikan. Andy kaget. Jadi, Zach naksir dia dulu?
"Dia selalu cuekin gua dan cuma liatin gua trus ke James dan pergi. Andy, gua kan temen kecil lo…"
"Hmm. Mungkin gua gak ngenalin lo sebagai temen main… tapi ya udahlah, lo nikahin gua jadi—" dia gigit burritosnya dan rasanya sama kayak yang selalu Fiona bikin. "Sabar aja ya."
Mereka ngobrol soal masa kecil dan gimana Fiona bakal peduli sama mereka kayak anak-anaknya.
"Ma, gua cuma mau nanya… Soal apa yang terjadi. Dan Papa lagi nyari Mama…"
"Jangan kasih tau dia kalo gua di sini." Katanya ketus sambil buang muka. Wajahnya hampir berubah dan setengah badannya kebakar.
"Kenapa?" tanya Andy.
"Papa lo? Gua udah coba berkali-kali buat hubungin dia. Gua coba ngomong sama dia tapi dia ngehindarin gua…" Dia menghela napas. "Gimana bisa dia ngenalin gua pas gua sejelek ini? Dia cuma cinta sama cewek yang punya wajah gua." Suaranya pecah dan Andy ngerti betapa hancurnya dia. "Gimana bisa dia gak ngeh kalo cewek yang tidur di kasur kita itu bukan gua?"
"Pa, ngeh kok." Andy ngebela bokapnya. "Dia mikir Mama cuma kesepian karena gua pergi. Tapi Ma, siapa cewek itu? Mama harus kasih tau kita."
"Shalane Gilbert. Mantan pacar Papa lo yang obsesi banget sama dia. Dia gila. Dia bahkan bikin dia cemburu dengan tidur sama cowok lain. Dia pengen banget dapet semua perhatiannya dan itu bukan cuma soal obsesi sama Papa lo. Itu soal obsesi sama uang. Gua naruh dana buat lo sama James dan--Papa lo punya asuransi jiwa yang biayanya jutaan buat kalian berdua."
"Dia nahan gua pas gua dapet pesan kalo lo dalam bahaya. Gua langsung ke Paris tapi sebelum gua sampe Paris--mereka bawa gua dan Ashley nyiksa gua… sementara dia lagi operasi plastik… dia bikin gua tetep hidup dengan niru gua dan dapetin info dari gua soal keluarga gua. Gua kasih tau dia hal yang salah dan kalo hubungan gua sama lo buruk. Gua minta maaf karena gua pake Kathleen dan gua deket sama dia… gua pengen kalian semua tau kalo dia bukan gua."
"Ma. Mama udah lakuin hal yang bener."
"Gua bakal selesaiin semua ini dan Ma, Mama harus kasih tau gua setiap detailnya," kata Zach sambil meraih tangan Fiona.
"Oke. Makasih, Zach."