Penguntit Bagian 2
Zach meluk adiknya, terus tiba-tiba Percy sama Andrew nongol dan nyium-nyium adiknya. Ellen cemberut ke mereka dan nge-tonjok perut mereka yang keras satu per satu.
"Jadi, lo pacaran sama siapa?" Andrew nanya sambil ngejulurin tangannya ke Percy.
"Yah... enggak ada." Ellen bohong.
"Gimana sama Seth?" Zach nanya.
"Kita cuma temen."
"Nanti juga kita tau lo pacaran sama siapa. Dan, cowoknya harus punya akses kontrol yang panjang sebelum dia dapetin tangan lo." kata Percy.
"Jangan bego deh." Ellen blushing, mikirin Andel sama suara seksinya dan badan seksinya.
"Gimana restoran lo?" Zach nanya terus nyium keningnya. Ellen meluk pinggang Zach.
"Gue mau buka cabang baru dan gue udah minta bantuan orang."
"Bagus. Gue bantuin yang lain ya." Percy nawarin.
"Nanti gue telfon kalo butuh bantuan kalian. Ayo dong, traktir gue sesuatu yang enak."
"Mau makan apa?" Zach nanya sambil ngeluarin hapenya.
"Yuk, ke Samgyupsal." Ellen cemberut terus bikin mata kucing ke Zach. Zach pasti bakal nraktir mereka semua. Andrew nyamperin Zach terus meluk dia.
"Iya, gue suka itu," kata Andrew. Percy bahkan ngehalangin jalan Zach dan bikin mata puppy.
Punya saudara-saudara kayak gini beneran bikin pusing tujuh keliling. Tapi dia sayang banget sama mereka semua, jadi mereka bawa mereka ke Korean Barbeque House. Zach cepet banget buat booking, dan mereka harus nunggu tiga puluh menit lagi. Jadi mereka jalan-jalan dan beli apa aja yang Ellen mau.
Zach emang jagoan, dan dia gak beli apa-apa buat dua saudaranya yang lain karena mereka cowok. Harusnya mereka belajar buat beliin sesuatu buat cewek mereka, dan Ellen kan cewek mereka, jadi gak ada pilihan selain beli apa aja yang Ellen mau. Mereka cuma megangin kantong kertas buat Ellen pas mereka masuk ke Samgyupsal House.
Dia kayak anak kecil pas mereka duduk dan semangat ngeluarin hapenya terus mulai live, nunjukin saudara-saudaranya yang ganteng satu per satu dan ngenalin mereka.
Zach senyum dan kangen sama momen ngumpul bareng saudara-saudaranya ini. Dan meskipun salah satunya saudara tiri mereka--dia sayang banget sama dia sebagai saudara, dan Ellen juga sayang banget sama mereka semua.
Daging babi dan daging-daging lain disajiin ke mereka buat di-grill. Ada hotpot dan Percy nelen ludah pas Ellen nge-grill daging dan mereka nunggu. Ellen yang nge-grill semuanya dan bilang ke mereka kalo dia bakal ngebiarin mereka makan.
***
Zach nganter adiknya ke restorannya karena dia maksa. Zach nunggu sebentar dan istrinya dateng naik motornya. Dia buka helmnya dan nyium pipi suaminya. Zach ngelus rambutnya dan narik dia dari motor. Dia melilitkan kakinya di pinggang Zach dan nyium dia lebih banyak.
"Kamu seneng hari ini?" dia nanya.
"Seneng banget. Kita makan di Korean Barbeque House dan, Ellen seneng banget hari ini. Kalo kamu gimana?"
"Aku seneng banget sama sepupu-sepupuku." Dia nyengir. "Yuk berangkat?" Dia ngambil helm yang satunya dan ngasih ke dia. Zach ngelirik sopirnya dan ngangguk ke dia. Zach pengen punya waktu berdua sama cintanya tanpa ada pengawal yang ngikutin mereka. Lagipula, dia bisa lindungin dia dan dia bisa lindungin dirinya sendiri.
Zach nyetir ke Kota Tagaytay. Dia pengen kunjungin tempat di mana mereka ngadain pesta tunangannya. Mereka check in dan bercinta di kamar yang mereka pesan malam itu. Zach biarin istrinya istirahat dan karena lampunya mati dan sepi banget, Zach berdiri di tepi kasur sambil ngeliatin balkon.
Dia pake piyamanya dan pergi ke kamar mandi buat sikat gigi.
***
Dia masuk dengan hati-hati ke honeymoon suite dengan kartu akses penuh yang dia curi dari manajer. Dia ngeliat sekeliling dan ngeliat ada cahaya dari kamar mandi. Pintunya ketutup dan dia dengan hati-hati ngambil kursi berlengan dan ngeganjel gagang pintu yang panjang. Dan karena airnya nyala, pria di dalam gak denger apa yang dia lakuin.
Dia dengan hati-hati nyamperin wanita yang lagi tiduran di kasur dan badannya setengah ketutup sama selimut satin. Dia ngembus napas sambil ngeliatin wanita cantik itu. Dia bikin dia gak bisa napas. Payudaranya bentuknya sempurna dan lehernya... mulutnya berair.
Dia duduk dan dengan hati-hati nyentuh wajahnya, ngelus-ngelus. Dewi cantiknya. Akhirnya dia nyentuh dia. Dia udah lama banget pengen kayak gitu. Dia dengan hati-hati ngambil beberapa helai rambutnya dan motong sedikit. Wanita itu capek banget sampe dia gak nyadar gerakan cepat dan liciknya. Dia dengan hati-hati naro rambutnya di saputangannya dan ngambil celana dalam di lantai.
Dia naro itu di kantongnya dan jalan ke pintu. Pria dari kamar mandi mulai buka pintu tapi dia gak bisa. Dia mulai teriak.
"Andy?! Andy!" Dia teriak dan ngebobol pintu.
Dia nyengir dan ninggalin kamar tanpa ada yang nyadar.
***
Zach nendang pintu dan kayaknya ada kursi yang ngeganjel gagang pintu yang panjang. Dia pake semua tenaganya sampe kursinya kepleset. Zach buka pintu dan nemuin Andromeda lagi duduk dan nyampein kain satin buat nutupin badannya.
Zach ngeliat sekeliling dan nyalain lampu. Dia ngecek setiap pintu dan bahkan balkon yang terkunci.
"Ada apa?" Andy nanya dan balik ngeliatin kamar mandi. Dia cemberut pas ada kursi di lantai. Terus dia ngambil jubah mandi hotel dan make itu.
Zach ngecek semuanya sebentar dan nelpon resepsionis hotel. Andy berdiri dan nyuruh dia tenang.
"Ada yang hilang?" Dia nanya dan nyari-nyari sekeliling dan bahkan semua pakaian mereka yang ada di lantai dan kasur. "Celana dalam kamu mana?" Dia nanya.
Andy ngedip dan tiba-tiba nyadar apa yang dia omongin. Zach mengepalkan tinjunya dan nyamperin wajahnya terus ngecek setiap ujungnya. Dia dengan lembut nyentuh rambutnya dan nemuin potongan rambut baru. Dia ngapalin semua detailnya. Termasuk panjang rambutnya.
"Aku gak apa-apa." Dia bilang dan nyentuh wajahnya. "Maaf ya aku kecapekan." Dia senyum.
Zach meluk dia erat-erat dan nyium lehernya. Dia gemeteran karena marah dan adrenalin lagi naik.
"Aku gak mau kehilangan kamu. Dan psikopat ini gak gampang buat dijatohin."
Dalam beberapa detik, ada ketukan di pintu dan Zach ngintip dari lubang intip dan pengawas sama penjaga keluar. Dia buka pintu dan ngebiarin mereka masuk. Dia cerita semuanya ke mereka dan kalo pria itu masuk kamar mereka lewat pintu utama.
"Kami minta maaf banget soal ini, Pak. Operator kami lagi ngecek semua kamera dan kami gak ngebiarin siapa pun keluar." kata pengawas hotel. "Ada barang yang hilang?" Dia nanya. Zach nyentuh rambutnya dan nunjukin potongan yang gak rata.
"Bajingan itu motong rambutnya dan dia nyuri celana dalam istri saya."
"Ini serius, Pak. Saya pernah ngalamin masalah yang sama sama teman saya dulu. Saya bakal nelpon polisi." Dia bilang sambil ngeluarin hapenya.
Penjaga ngecek sekeliling dan foto kursi sama tanda-tanda gimana kursi itu ditaro buat ngunci dia di kamar mandi.
"Gak apa-apa. Saya bakal urus ini. Tolong kasih saya detail orang-orang di dalam hotel." kata Zach. Dia ngeluarin hapenya dan nelpon penyelidiknya.
Andy tetep tenang dan cuma duduk di kasur nunggu Zach tenang. Zach nyuruh Pengawas buat ngebiarin anak buahnya kerja sama dan ngasih akses ke semua hal yang berhubungan sama keamanan. Pengawas setuju.
Begitu Zach udah ngurus semuanya, dia tenang dan meluk dia erat-erat.
"Aku gak apa-apa. Dia cuma bisa masturbasi pake celana dalam aku tapi dia gak bakal pernah bisa milikin aku." Dia bilang.
"Aku gak mau ada orang masturbasi pake celana dalam kamu." Dia bilang dengan nada yang sangat bahaya. "Aku bakal bunuh bajingan ini."