Bab 1: Bulan Purnama Mistik
Bulan purnama yang bersinar muncul di malam yang hening. Nggak ada bintang di langit, tapi cahaya bulan mistis yang bersinar itu ngasih keindahan yang mempesona. Di kedalaman hutan yang lebat di pinggiran kota, udaranya sepi banget, bahkan kerasa aneh.
Angin bertiup kencang, dan seseorang menjerit ngeri.
Seorang cowok jelek dan ganas menindih Kendra Miller di tanah dan berusaha merobek pakaiannya dengan kasar. Dia mencakar tubuh Kendra dengan panik dan tertawa terbahak-bahak.
"Lepasin gue! Jangan sentuh gue!" Kendra berusaha sekuat tenaga untuk berontak dan berteriak putus asa, tujuannya buat kabur dari cengkeraman eratnya.
"Emak lo jual lo ke gue. Lo milik gue! Gue bisa ngelakuin apa aja ke lo!" cowok itu teriak kegirangan.
Kendra kaget banget. Dia nggak pernah nyangka kalau ibu tirinya bakal ngelakuin ini ke dia. Dia udah nerima ibu tirinya sebagai bagian dari keluarga! Malah, Kendra pernah mikir kalau dia harus maafin ibu tirinya karena nikah sama bokapnya. Tapi, Kendra nggak akan pernah biarin ibu tirinya dapat apa yang dia mau lagi.
Kendra mencoba mendorong cowok itu dengan salah satu tangannya dan meraba-raba tanah di saat yang sama. Tiba-tiba, dia menyentuh batu yang tajam. Tanpa ragu-ragu, Kendra mengambilnya dan menusukkannya ke cowok itu.
Cowok itu menjerit kesakitan dan jatuh dengan cepat.
Kendra memanfaatkan kesempatan itu dan naik. Gelap banget, Kendra sama sekali nggak bisa mengenali arah, tapi dia terus lari ke depan.
"Bitch!" Cowok itu memegangi bagian belakang kepalanya dan mengumpat, "Lo pikir bisa kabur dari gue? Jangan naif. Gue bakal nyentuh lo hari ini!" Dia berdiri dan berlari di belakang Kendra.
Kendra ketakutan banget sampai tubuhnya gemetar, tapi dia maksa diri buat terus lari. Dia bilang ke dirinya sendiri kalau dia nggak boleh biarin cowok itu nyentuh dia bahkan kalau dia mati hari ini.
"Berhenti! Bitch, berhenti lari!" Cowok itu mengaum di belakangnya. Suaranya yang keras mengganggu burung-burung, dan banyak dari mereka tiba-tiba terbang.
Kendra merasa lebih ngeri lagi. Dia nggak bisa nemuin jalan keluar, dan cowok itu ngikutin dia kayak hantu. Setelah beberapa saat, Kendra kelelahan dan nggak bisa lari lagi. Begitu dia berhenti untuk narik napas dalam-dalam, cowok itu menangkapnya dan menariknya lagi, dan duduk di tubuhnya.
"Siapa yang nyuruh lo lari?" Cowok itu menampar wajah Kendra dan bertanya dengan kejam.
Kendra udah nggak punya tenaga buat membela diri lagi. Dia buru-buru nyari sesuatu yang bisa dia pegang dari tanah. Dia menyentuh batu kecil yang tajam. Dia mengambil dan mengangkat batu tajam itu dan menunjukkannya ke pelipisnya dengan putus asa.
Saat itu, serigala mengaum di dekatnya.
Cowok itu langsung berhenti dan nggak percaya sama apa yang dia dengar. Gimana bisa serigala muncul di sini? Dia melihat sekeliling dengan waspada dan mengabaikan Kendra sejenak.
Kendra melepaskan diri dari cowok itu dan berdiri untuk lari lagi. Setelah beberapa menit, Kendra tiba-tiba melihat kastil gotik hitam. Pintunya hitam banget sampai kelihatan kayak lubang besar. Kendra merasa takut, tapi dia nggak punya pilihan. Cowok itu nggak akan biarin dia pergi. Jadi dia harus masuk ke dalam kastil.
Cowok itu juga sampai di kastil dan pengen masuk. Tapi, beberapa udara hitam tiba-tiba keluar dari kastil dan melayang di atasnya, mengikuti guntur dan badai.
Di dalam kastil, kegelapan dan teror ada di mana-mana.
Kendra terhuyung-huyung buat bergerak maju dan terus gemetar. Pakaiannya robek, dan kulitnya penuh luka. Dia merasa sangat lelah saat melangkah.
Beberapa detik kemudian, Kendra melihat sebuah ruangan. Dia bersandar di dinding buat istirahat. Wajahnya pucat, dan bibirnya juga gemetar. Dia menyeka keringat di dahinya dan pengen masuk ke dalam ruangan. Tapi saat itu, dia mendengar serigala mengaum lagi.
Kendra merasa sangat ketakutan. Dia melihat sepasang mata hijau di dalam ruangan. Mereka secerah mutiara tapi kelihatan sangat berbahaya.
Serigala mengaum lagi, tapi kali ini sangat keras dan jelas, bikin seluruh tubuhnya menggigil. Kendra merasa sangat gugup sampai dia langsung jatuh.
Gimana caranya serigala muncul di kastil ini? Dia akhirnya sadar betapa bahayanya kastil ini. Sebelum dia bisa ngelakuin apa-apa, serigala itu menghampirinya dan mengangkat tubuhnya.
Kendra menjerit saat serigala itu melemparnya ke tanah.
"Siapa lo?"
Kendra mendengar suara cowok, dalam dan kuat. Dia mencoba buat tenang dan melihat mata hijau itu. Seorang cowok berdiri di depannya. Setengah dari wajahnya terpapar sinar bulan, dan setengahnya lagi tersembunyi dalam kegelapan. Kendra nggak bisa melihat wajahnya dengan jelas, tapi dia yakin kalau dia cowok yang ganteng. Cowok itu berdiri di sana seolah-olah dia adalah raja seluruh dunia dan bisa menghancurkan apa pun dengan mudah.
"G…gue…" Kendra bergumam. Dia nggak bisa ngomong kata-kata yang lengkap.
"Bau apa itu?" Cowok itu tiba-tiba mendekat ke leher Kendra dan berbisik. Dia mencium tubuh Kendra dengan hati-hati. Dia belum pernah mencium aroma ini sebelumnya. Itu nggak kayak bau mawar atau lili, tapi dia tertarik.
Siapa cewek ini? Gimana dia berani datang ke sini di malam bulan purnama? Apa dia nggak takut mati? Cowok itu menatap Kendra dan bertanya-tanya.
Kendra mundur karena ngeri, tapi cowok itu terus mendekatinya.
"Siapa lo? Apa yang lo lakuin di sini?" Suara cowok itu terdengar lagi.
Saat cowok itu membuka mulutnya buat ngomong, Kendra mikir dia pengen makan dia hidup-hidup.
"Jangan ke sini! Gue…gue cuma kebetulan lewat," dia buru-buru menjawab.
"Kebetulan banget!" Cowok itu mencibir.
Detik berikutnya, cowok itu menerjang Kendra dan mendorongnya.
"Apa yang lo lakuin? Gue nggak bohong sama lo! Lepasin gue!" Kendra berontak dan berteriak ngeri. Gimana bisa hidupnya jadi begitu tragis? Dia baru aja lolos dari orang gila, dan sekarang dia ketemu monster ini!
"Gue percaya sama lo. Tapi lo salah pilih waktu." Cowok itu mengusap kulit Kendra dan berkata,
"Nggak! Nggak!" Kendra berteriak dan menangis putus asa.
"Lo wangi banget! Dan kecantikan lo yang mempesona menarik perhatian gue," Cowok itu menceritakan. Dia melihat Kendra dari atas ke bawah. Bau Kendra hampir bikin dia gila. Cewek ini sempurna buat dia. Sepertinya dia dibuat untuknya.
Kendra gemetar di bawah tubuh cowok itu dan memohon, "Tolong! Jangan! Lepasin gue!" Dia menatap cowok itu, memohon.
Cowok itu meraih tangan Kendra dan menguncinya. Dia menyipitkan mata ke Kendra dan berkata, "Lo harus siapin mental sebelum lo datang ke sini, cewek,"
Segera, seberkas cahaya bulan jatuh di wajah cowok itu. Cowok itu mengaum, dan giginya berubah jadi taring. Itu cuma berlangsung selama satu detik, tapi Kendra melihatnya dengan jelas.
"Sekarang karena lo datang ke sini, lo akan jadi obat gue malam ini." Cowok itu berkata dan langsung menancapkan dirinya ke tubuh Kendra.
Kendra menjerit, dan itu memenuhi seluruh ruangan. Dia merasa sangat sakit, dan wajahnya berubah pucat.
Cowok itu nggak nunjukin belas kasihan padanya. Sepanjang malam, dia terus bercinta dengan Kendra.