Begitu dia masuk mobil, aku langsung manjat ke konsol tengah dan duduk di pangkuannya, terus aku mau cium dia, tapi cuma sebentar doang, terus dia ngejauhin aku.
"Enggak, kita gak bisa kayak gini," katanya sambil nahan aku biar gak bisa cium dia.
"Kenapa sih?" Aku cemberut, dada rasanya sakit soalnya dia gak pernah nolak aku sebelumnya.
"Aku gak mau manfaatin kamu," katanya sambil natap mata aku.
"Tapi kamu gak manfaatin aku, aku mau kamu," kataku sambil mau cium dia lagi, tapi dia dorong aku lagi, bikin aku kesel.
"Percaya deh, kamu bakal berterima kasih sama aku," katanya. Aku langsung masuk ke kursi penumpang dan buang muka, sambil nyilangin tangan.