Bab 36
Makan malamnya kacau banget, kocak.
Orang Tua kita mabuk berat gara-gara sampanye dan mulai cerita tentang "Masa Muda" mereka.
Easton dan Asher ribut seru tentang Batman vs. Captain America.
Stella dan gue ngegosip soal rumor-rumor konyol yang terjadi sepanjang tahun sekolah, tapi karena kita teler, jadinya kayak kita ngerengek soal itu.
Easton dan Asher harus gendong Stella dan gue pulang karena kita hampir nggak bisa berdiri.
Sebenernya kita mungkin kelihatan lucu banget pas keluar dari restoran.
Tapi di lingkaran kita, lo bisa lihat kalau cowok-cowok kesel karena harus ngurusin empat cewek mabuk.
"Kapok deh gue minum lagi," kata gue sambil bangun pagi-pagi dengan hangover. Dia noleh dari televisi dan ngelihat ekspresi muka gue yang kecapean sambil cemberut.
"Kan udah gue bilang jangan minum sampanye," katanya sambil ngangkat bahu sebelum dia bangun dan masuk ke kamar mandinya.
"Gue nggak nyangka bakal sekuat itu," kata gue pas dia keluar dari kamar mandi bawa botol obat sakit kepala. Dia senyum ke gue sebelum ngangkat gue ala pengantin yang bikin gue menjerit dan nempel ke dia.
Dia keluar dari kamarnya dan turun tangga, gue merem karena setiap langkah yang dia ambil bikin kepala gue jedag-jedug. Pas dia akhirnya sampai di anak tangga terakhir, dia jalan ke arah dapur dan naruh gue di atas meja.
"Mau minum apa?" tanyanya sambil berdiri di antara kaki gue dan naruh tangannya di lutut gue.
"Jus apel," kata gue sambil cemberut karena gue pengen banget minum itu.
Dia senyum ke gue sebelum nyium kening gue dan jalan ke kulkas.
Dia balik lagi ke posisi semula sambil bawa segelas jus apel dan dua tablet obat pereda nyeri. Gue terima dan masukin pilnya ke mulut gue sebelum pakai jus apel buat nelan.
Gue naruh gelas kosong di samping pinggul gue sebelum gue maju dan meluk lehernya dan nyenderin kepala gue di bahunya.
"Lo baik-baik aja?" tanyanya sambil ketawa kecil waktu meluk pinggang gue.
"Iya," kata gue sambil meluk dia erat-erat, kayak dia bakal hilang.
"Gue cinta sama lo," kata gue sambil suara gue pecah yang bikin dia ngeratin pelukannya sebelum nyium leher gue.
"Gue juga cinta sama lo," katanya sambil mulai ngusap punggung gue dengan lembut.
Momen kita dirusak sama Stella yang masuk ke dapur sambil mengerang.
"Lo kelihatan kayak datang dari walking dead," kata Easton sambil tetep meluk gue tapi langsung ngelihat Stella.
Gue ngangkat kepala dan nengok ke belakang. Dia kelihatan capek dan lo bisa tahu dia lagi hangover.
"Dan lo kelihatan kayak datang dari Barney, tapi gue nggak ngomong apa-apa," katanya ke dia dengan tatapan sinis yang bikin gue ngakak.
"Apaan sih maksudnya?" tanyanya sebelum gue loncat dari meja dan meluk pinggangnya.
"Lo itu dinosaurus dari mimpi buruk gue," katanya sambil memutar mata saat dia jalan ke kulkas dan ngambil sebotol air. Dia muter mata pas gue nahan tawa.
"Kalian berdua bisa diem nggak sih, ini masih kepagian buat kalian berisik kayak gini," kata Nyonya Hayes sambil masuk ke dapur sambil ngusap pelipisnya.
"Ehm, Nyonya Hayes, ini jam satu siang," kata gue yang bikin matanya membelalak pas dia noleh ke Easton dan ngasih tatapan tajam.
Dia kayak lagi marahin dia pakai matanya.
"Ehm, gue harus ketemu beberapa orang, jadi gue mau ganti baju dulu," katanya pas nyokapnya ngasih dia tatapan membunuh.
"Mau gue temenin nggak?" tanya gue ke dia sambil megang lengannya pas dia mau pergi. Dia noleh ke gue dan senyum sebelum nyium kening gue.
"Nggak, gue nggak papa kok," katanya dengan senyum meyakinkan sebelum dia naik ke atas. Begitu kita denger pintunya ditutup, nyokapnya tepuk tangan dengan semangat.
"Amelia, Ibu mau ajak kamu belanja hari ini," kata Nyonya Hayes dengan senyum lebar di wajahnya, gue ngelihat dia dengan ekspresi bingung sebelum gue noleh ke Stella yang ekspresinya kayak excited.
Ehm, oke?
"Kenapa?" tanya gue tapi nggak ada satupun ekspresi mereka berubah.
"Rahasia," kata mereka bersamaan.
"Oke, kita berangkat jam berapa?" tanya gue karena gue laper.
"Nanti kalau udah ganti baju," kata Stella sebelum narik tangan gue dan nyeret gue ke atas ke kamarnya. Gue lihat sekeliling dan lihat dia punya buku pelajaran di lantai tapi gue nggak lihat Asher.
Gue kira gue lihat dia masuk ke sini sama dia semalam.
"Asher mana?" tanya gue sambil duduk di pojok kasur.
Kalau dia di sini, nggak kebayang apa yang udah mereka lakuin di kasur ini.
"Dia pergi setelah gue bangun pagi tadi," katanya sambil mengangkat bahu saat dia nyoba nyari baju buat gue pakai.
Gue bener-bener harus bawa lebih banyak baju ke sini.
"Oh," kata gue sebelum dia ngelempar celana pendek dan tank top ke gue. Gue muter mata sebelum gue masuk ke kamar mandinya biar bisa mandi.
Semoga mereka nggak nyuruh gue belanja seharian.
Gue cuma bisa tahan lihat baju sebentar sebelum gue meledak.