Bab 260
Bertha bilang. 'Tyrone, lo pergi ke rumah Miller dan cari Shane, bilang gue mau ketemu dia buat ngobrol.'
'Siap, Nona.' Tyrone langsung cabut.
'Casey, lo cari direktur hotel dan gantiin rugi mereka buat pecahan vas ini.'
'Siap.'
Casey balik badan dan buka pintu. Manajer hotel sama pelayan lagi dorong troli makanan pas mau masuk, siap-siap ngetuk.
Sadar Bertha mau gantiin rugi, direktur hotel malah ketawa. 'Nona Bertha, nggak usah gitu, Tuan Shane udah gantiin rugi kok.'
Dia gantiin rugi sepuluh kali lipat lebih banyak. Dia juga nawarin ke hotel, ke depannya nggak boleh ada dekorasi lain di kepala ranjang kamar hotel selain kertas.
Mikirin ini, si direktur senyum lagi, dia jalan ke samping Bertha dan ngasih tau Bertha tentang makanan yang dibuat khusus buat dia.
'Nggak cuma itu, Tuan Shane juga pesen sarapan khusus buat Nona, semua dimasak sama koki dari restoran bintang lima, mau coba?'
Staf naruh semua makanan sarapan di meja.
Bertha ngeliatin meja sarapan, bibirnya manyun, nggak bilang apa-apa.
Kenapa Shane perhatian banget?
Kenapa dia ngerasa kayak ada udang di balik batu? Apa dia tidur sama dia semalem?
Bertha naruh tangannya di bawah selimut dan ngecek lagi. Dia mastiin nggak ada sakit, nggak ada luka di badannya juga.
Nggak nemu apa-apa, dia cuma ragu-ragu nanya ke direktur hotel.
'Gue baru balik ke kota S, gue nggak ngerti apa-apa soal Tuan Shane, gimana pendapat lo tentang dia?'
Manajer hotel geleng-geleng kepala. 'Kita kan cuma orang kelas bawah, mana pantes liat Tuan Shane? Biasanya, Tuan Shane selalu pake topeng setan pas keluar, tapi gue liat punggungnya, tinggi, berwibawa banget, gue rasa mukanya juga ganteng banget.'
Bertha nggak bilang apa-apa.
Kayaknya cuma pas ketemu Shane dia bisa nanya semuanya.
Shane nyiapin sarapan buat dia, tapi dia nggak makan, abis mandi, dia keluar hotel dan pergi ngawasin pembangunan gedung Angle.
Sibuk seharian, Tyrone balik lagi. 'Nona, gue udah ke rumah Miller, tapi dia nggak ada.'
'Gimana Miller Corporation?'
'Gue ke sana, dia nggak di kantor.'
Oke.
Besok, lusa, dia bakal ada di sana juga.
Abis itu, dia nyuruh Tyrone buat nyari Shane selama dua hari berturut-turut. Dia bahkan sengaja nyuruh orang buat jagain rumah Miller sama Miller Corporation, tapi tetep aja nggak ada tanda-tanda Shane di mana pun. Dia sering keluar tapi nggak ada yang tau dia kemana.
Bertha ngerasa dia sengaja ngindar dari dia.
Sebenernya apa yang dia sembunyiin?
Dua hari berlalu dengan damai, dan nggak lama lagi pesta bersih-bersih Bertha bakal dimulai.
Pesta diadain di tempat Tuan Tabitha, skalanya gede banget, orang kaya termasuk pengusaha besar dan orang terkenal di kota S diundang semua.
Dua jam sebelum pesta dimulai.
Bertha lagi di ruang rias, di sampingnya ada gaun bunga bakung yang didesain khusus buat dia sama Nona Z. Harga gaun ini mahal banget, dia pake itu kayak bidadari turun dari surga.
Donald ngetuk pintu pelan, nyamperin dia, dan lapor. 'Nona, waktunya Tuan Shane belom muncul juga, katanya Tuan Shane lagi tugas, berarti dia nggak bisa dateng malem ini, tapi malem ini bos mau ngumumin pertunangan Nona sama dia, gue takut Nona jadi bahan tertawaan, gimana nih?'
Bertha nggak nunjukkin ekspresi apa pun. Dia nggak peduli sama hal-hal ini, cepat atau lambat dia bakal batalin pertunangan ini. 'Nggak papa, ada Ayah gue di sini, bahkan kalo Shane nggak dateng malem ini, nggak ada yang berani ngomongin.'
Cuma… Shane ngindar dari dia.
Dia mikir keras, dan pas dia naruh bedak di tangannya, ada yang ngetuk pintu. 'Nona, Tuan Miller ada di sini, dia bilang mau ketemu Nona berdua aja, dia sekarang lagi nunggu Nona di lobi samping.'
'Gue tau.'
Tuan Miller orang tua, dan kalo dia nunggu lama, nggak sopan, jadi, abis Bertha ganti baju, dia langsung ke aula samping.
'Tuan Miller, kita tau Bapak bakal dateng, Ayah udah nyiapin teh enak banget, saya nggak bisa nyambut Bapak sembarangan.'
Sapaan yang lembut, dekat, sopan. Tuan Miller naruh cangkir tehnya dan ngeliatin Bertha, dengan terkejut dan senang di matanya.
'Bertha, duduk agak deketan sama aku, biar aku bisa liat kamu lebih jelas.'
Muka Bertha senyum, dia nurut duduk di samping Tuan Miller.
Walaupun ini pertemuan pertama kita, Tuan Miller tulus dari hati. Bertha nggak cuma cantik, dan punya aura yang anggun dan berkelas, tapi juga cewek yang pinter.
Tuan Miller seneng banget. 'Anak yang baik, pantes Shane suka sama kamu. Dia nggak pernah minta apa pun ke aku, cuma soal pernikahan ini...'
Dia ngomong sesuatu lagi di belakangnya, tapi Bertha nggak peduli.
Dia cuma mikirin kalimat itu. Karena dia mau tunangan sama dia, Shane pertama kali nanya ke Tuan Miller.
Jadi, bajingan Shane bohongin dia, dia udah ngerencanain dari awal.
Tapi kenapa dia nggak berani ketemu dia?
Muka Bertha penuh dengan rasa nggak percaya.
Pas dia lagi mikir, Tuan Miller terus ngomong. '... Anak Shane beneran cinta sama kamu, tapi kamu baru balik beberapa hari, kalian udah ketemu belum? Kesan pertama kamu tentang dia gimana?'
'Kita belom ketemu.'
Bertha manfaatin kesempatan itu dan lanjut ngomong. 'Beberapa hari ini, saya udah nyuruh anak buah saya buat ngundang Tuan Shane buat ketemu, tapi kayaknya dia sengaja ngindar dari saya, jadi saya belom ketemu dia.'
Ekspresi Tuan Miller mulai serius. 'Kenapa dia gitu?'
Dia manggil Harold ke lobi dan bilang. 'Kamu pergi panggil Shane ke sini.'
'Siap.'